Karimun Jawa part 2

Dengan jarak tempuh 2 jam. Akhirnya tiba juga di terminal Jepara. Untuk masuk ke Pelabuhannya, harus menggunakan Becak. Soalnya kalau jalan kaki lumayan jauh. Dan kebetulan ngejar Kapal ke Karimunnya juga. Jam pemberangkatan ke Karimun dari pelabuhan Jepara bisa di tempuh dengan dua kapal. satu menggunakan Kapal Cepat Bahari Express dengan harga tiket Rp. 85.000;.

Dan satulagi bisa menggunakan kapal ferry Muria. Namun ada perbandingan jika menggunakan kapal Bahari Express. Dari segi waktu lebih cepat menggunakan Kapal Bahari Express, yaitu 2 setangah jam. Kalau menggunakan Kapal Muria, hampir 6 jam an. Karena gue menggunakan kapal Bahari Express, pemberangkatan dari Jepara jam 9 pagi. Dan mengenai hari apa saja keberangkatannya, gue kurang paham. Yang pasti jumat, Sabtu, Minggu pasti berangkat di karenakan banyak peminat untuk menyebrang ke Karimun. Dan sebagai informasi tambahan, kapal bahari ini sangat konsisten dengan waktu.  Dan kemarin ada 2 orang yang ditinggal karena mereka terlambat masuk kapal. Terlambatnya hanya 2 menit namun kapal tetap berangkat. Coba saja jam on time ini di gunakan semua orang indonesia, pasti keren euy… :D.

Nggak terasa waktu sudah menunjukkan ± jam 12:00, tibalah saatnya di karimun. Dengan pemandangan warna laut yang membiru membuat pemandangan semakin menakjubkan. Untuk menuju Homestay, ada yang  Jalan kaki (Lumayan jauh sihh),kalo Bule-bule jalan kaki lhoo… Kalo indo kan maunya nyantai. termasuk gue tapi sedikit lho gak banyak, berhubung yang punya homestay jemput sendiri J. Kalau lo ambil paket biasanya langsung ada mobil menunggu di depan Pelabuhan. Tapi kami gak ambil paketnya lhoo. Mahal menurut gue. Setelah tiba di homestay, kami langsung cari makan siang. Maklum belum sempat makan dijalan. Tenang saja, kalo untuk makanan di sana gak terlalu mahal qo. Masih terjangkau dengan harga Rp.10.000 hingga Rp. 15.000.  jam 2 siang, kami sudah siap-siap Snorkling di tempat yang pertama. Wow….. menyenangkan juga sihh. Secara Snorkling kali ini berbeda dari Snorkling gue di tempat sebelum-sebelumnya(Bukan berarti sering snorkling lhoo :D), hanya saja melihat pemandangannya aja sudah tergiur untuk berenang di bawah :D. Lokasi pertama adalah Gosong Cemara. Dengan posisi di tengah laut, membuat pesonanya semakin membiru(Lebay). Untuk menuju lokasi ini, kita harus ngikut sama rombongan atau sewa kapal. Dan kami gabung ke Pemilik Homestaynya. Jadi didalam kapal tsb ada 1 rombongan 4 orang tambah kami 5 orang jadi 9 orang, Lumayan kenalan baru. Buat teman-teman yang tidak tahu berenang jangan takut duluan soalnya sebelum kita berangkat ada peraturan dari Guide Lokalnya. Dan tentu kudu menggunakan Pelampung , jadi tidak akan ada yang tenggelam. Yang  gak bisa atau yang bisa berenang, sama-sama nyemprung aja :D.  Keunikan dari Karimun jawa ini adalah, masih adanya Lokasi yang dangkal di tengah laut. Nah, ketika kita snorkling jarak antara tepi pantai sangat jauh. Waktu yang kami habiskan dengan rombongan lain, sekitar 1,5 Jam. Dengan  berbagai gaya orang kelihatan disini Ada yang takut, ada yang jago seperti  Andy termasuk gue(maksud..lo…). setelah cape melihat ikan-ikan dan karang yang bagus-bagus, saatnya melihat sunset. Hmmm.. bisa di katakan sunset kali ini mantap abis nama pulaunya adalah Tanjung Gelam. Jadi buat lo-lo yang pengen melihat sunset secara sempurna, jangan sampai tidak ke sini. Rugi lhoo.

Sebelum sunset muncul, lo bisa hunting foto juga di lokasi ini. Banyak karang-karang yang bisa jadi background Foto lo. Dan pasir putihnya juga tidak kalah menarik untuk dimainin. Namun berhubung sudah menjelang malam, kini saat nya back homestay. Sepanjang perjalanan menuju Homestay, masih terlihat matahari yang mau tidur alias terbenam. i’m really love this moment.

Malam harinya di didaerah karimun banyak sekali orang-orang keluar untuk cari makan ataupun bercengkrama disekitar alun-alun Karimun. Menurut orang-orang disana lokasi itu adalah Alun-alunnya Karimun. Tapi ngak sama kayak Jogja ya. Soalnya ngak ada Pohon di tengah alun-alun :D. Dan kamipun kesana juga untuk melihat situasi. Ya.. lumayan untuk melihat situasi yang berbeda.

Pagi Karimun

Treng-treng……….. sudah pagi dan saatnya mempersiapkan diri bermain air sepanjang hari dan melihat pemandangan yang luar Biasa. Jam 9 kami sudah siap-siap menggunakan pelampung untuk menuju tempat snorkling tempatnya Majangan kecil. Jujur sih nama-namanya ribet. Dan gue gak tau kenapa harus nama itu :D. Dan beruntung juga kita datang dengan cuaca yang sangat cerah. Jadi gak ada kata dingin. Lagi-lagi snorkling di tempat ini sangat mengagumkan  dengan karang-karang yang bagus dan juga Ikan-ikan yang berwarna-warni. Sampe-sampe si bulu babi sempat gue injak. Untungnya pakai kaki katak. Kalo tidak, bengkak tuhh kaki :D. Saatnya bergaya dengan akuarium alami.

Sekitar jam 11 kami menuju Pulau Geliang. Pulau Geliang ini sangat menyimpan berbagai pesona  pemandangan yang sangat menakjubkan. Saran buat lo-lo yang bawa model untuk photograper, bawa baju dua atau tiga gitu. Biar bisa gonta-ganti dengan gaya yang berbeda. Coba aja gue sama teman gue, warna bajunya itu aja.

Jam 2 siang lanjut lagi dengan snorkling. “Snorking mlulu..?”, wkwkwk ya nihh, kan topiknya bermain air satu harian :D. Dan yang terakhir adalah Cemara kecil. Kalau posisi Cemara kecil ini lumayan dekat dengan salah satu pulau. Namanya pulau,pulau….. gak ngerti pulau apa. Mungkin pulau cemara kecil kali ya. Soalnya snorkling di lokasi ini :D. Puas dengan Snorkling smpe badan menggigil. Saatnya ke Penakaran Hiu. Tapi kalo ke tempat ini bisa main air juga bersama Hiu-hiu. Bisa juga hanya liat-liat. Jujur kalo gue gak main soalnya Hiunya galak. Tar digigit cuy :D. Jadi buat lo-lo yang memang pengen bermain Hiu jangan lewatkan kesempatan ini.

Waktu sudah menunjukkan jam 4 sore, saatnya pulang ke Homestay dengan baju kering di tubuh. Asin tentunya pasti. Namun sebelum Berpisah dengan Rombongan yang satu kapal, Narsis dulu ya :D.

Malam terakhir Karjaw

Berhubung malam Ini malah terakhir di Karjaw  saatnya berburu Merchandise. Walau jalan-jalan Hemat tetap aja yang namanya Merchandise selalu di sisahkan :D.  Jadi kalo mau berburu Merchandise di Karjaw gak terlalu banyak. Udah gitu harnya gak ada yang miring. Semua rata. Sepertinya sihh udah ada kesepatakan antar pedagang. Dan Toko Merchandise disana aneh, bukanya malam doang. Dan menurut gue Toko itu adalah Toko Kelelawar :P. Bukan penjual/pembelinya yang kelelawar, hanya mengibaratkan.  Habis bukanya malam doank.  Berhubung besoknya jam 9 pagi sudah kembali ke Jepara, alhasil sampai disini mengenai Karjaw. Kita akan lanjut di Trip selanjutnya. ZZZZzzzzz…… love Karimun.

Advertisements

Karimun Jawa part 1

Wualah… tiket ke Lokasi habis, mahal, kejauhan, orang yang bikin Tread kabur, telepon yang bikin Tread gak diangkat, bla..bla..bla…. STOPPPP!!. Itulah kejadian yang kami alami ketika mau melakukan trip ke Karjaw alias Karimun Jawa. Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karimunjawa. dan hal itu tidak sampai berakhir disitu juga, kami masih harus menunggu kepastian dari salah satu teman Backpacker yang merencanakan dari awal trip ke Kerjaw ini. Dan jelas-jelas gue, Cath, Citra, Andy sudah bener-bener ngidam untuk ngetrip ke Lokasi tsb.  tapi akhirnya semua itu bisa kami lalui dengan mencari informasi yang sangat panjang *lebay..*. Karena tread yang di pajang oleh seorang teman Backpacker tsb pakum dan tidak ada satupun yang di respon oleh si pembuat tread ke Karimun Jawa. Padahal waktu yang di butuhkan sudah tinggal sedikit.  Memang sih kalau dibilang ribet, harus gue akui dengan keterbatasan Budget dan juga keterbatasan Waktu yang kami punya. Alhasil dengan informas yang kami dapatkan di berbagai Blog, Komunitas Backpacker kami pun membuat itinerary dari dari Jakarta – Hingga tiba di Karimun.  Dan kami berlima, *sorry ada tambahan ada temannya Cath yang mau bergabung :D*, memutuskan untuk menentukan titik Kumpulnya. Adapun alasannya karena Lokasi kita yang berbeda-beda. Ada yang dari  Palembang, Rangkas Bitung, Bekasi, dan tentu Jakarta. Kamipun memutuskan untuk ketemu di Pelabuhan Jepara saja. Jadi tidak ada yang ketinggalan lagi.  Untuk perjalanan gue bersama Cath dan Fadly (temannya) menggunakan KA jurusan Senen – Tawang Semarang kelas Bisnis. Harganya lumayan murah Rp. 120.000. tapi ada yang lebih murah lagi jika ke Semarang. Yupss… KA Ekonomi. Hanya dengan Rp. 35.000, elu sudah tiba di Semarang. Tapi ingat untuk memesan Tiket yang Ekonomi sangat susah.dan ada ketentuannya yakni 7 Hari sebelum Hari H. kalo lebih atau kurang dari tanggal segitu bisa gak?,hmm… setauku sihh gak bisa. Info ini saya dapatkan dari teman kantor yang sering menggunkan layanan jasa Ekonomi senen-Semarang. Jam 5:30 sore gue sudah tiba di St. Senen. Dengan dalih izin dulu dari kantor untuk ngejar supaya tidak kena macet. Sempat bingung juga sihh dimana lokasinya. Taunya cuman gambir doank. Coz, gak pernah dari St.  Senen #norak ya..:D#.

Kursi 9a

Setelah lama menunggu akhirnya Cath dan Fadly akhirnya nongol juga. Dan kitapun langsung masuk ke Gerbong satu. Kejadian pertama yang gue alami adalah kursi yang tertera pada tiket dan atas nama gue sudah ada yang nempatin ibu-ibu. Ya.. gue langsung mau duduk disamping ibu-ibu tadi. Eh.. ibu melarang. “mas, ini kursi kami qo, dan saya sama anak saya sudah ada dari tadi disini”. Dalam hati gue, ya bukan masalah sudah lama atau tidaknya, di cek dulu gerbongnya bener gak satu?. “oh.. gitu ya bu. Tapi disini kursi saya lhoo bu, coba cek dech gerbongnya. Benar satu apa gerbong dua”. Jawab gue. Dan Fadly juga meyakinkan.  Namun tetap saja ibunya ngotot dan bilang “ya bentar lagi dech, anak saya lagi diluar. Kalo nanti salah, kami pindah ya”. Ehh.. anaknya langsung nongol. Dan gue langsung bilang kalo kursi mereka salah. Hmmm … ternyata benar nomor kursi sama, tapi Gerbong?.@#$#$%^&**(())_+_{}”:.

Jam 7:15 PM kereta pun melaju. Dan yang aneh, di tiketnya di informasikan tiba di semarang Tawang jam 2:30 pagi. Namun, yang terjadi malah terlambat 2 jam. Jadi kami tiba di Semarang jam 4:30 pagi. Ada enaknya juga sihh. Jadi gak banyak waktu di Tawang jika tiba tepat waktu.  Sementara itu, Andy juga sudah kami hubungin agar ketemuan juga di terminal Terbuyuh. Jadi dari st. Tawang kamipun segera menuju terminal Terbuyuh.  Angkot keterbuyuh ini lumayan gampang di tunggu. Tinggal berdiri di depan st. Tawang, angkot ke Terminal Terbuyuh sudah banyak kok. Untuk harga ongkos Rp. 3.000;. sekitar 15 menit akhirnya teman kami yang satu ngongol juga. Yups… namanya Andy. Jadi semua sudah siap berangkat ke Jepara.