Belajar Nabung dulu baru Investasi bagi Para perencana Keuangan

Hallo apa kabar teman-teman? semoga sehat semua ya, Amin!

Kali ini gue akan berbagi pengalaman mengenai pentingnya ilmu belajar menabung buat gue/loe. Sebenarnya lima tahun yang lalu, gue sudah mulai menerapkan hidup menabung walau nominalnya masih kecil dengan tujuan agar pengeluaran bisa di Rem. Dan saat itu belum ada niat untuk belajar tekun/wajib menabung  apalagi masuk tahap selanjutnya yakni Investasi uang. Investasi memory sih sudah lumayan dengan jalan-jalan :P. Nyisain uang Rp.100.000 s/d Rp.500.000 perbulan susahnya minta ampun kayak mau mati rasanya. Padahal uang itu nantinya untuk kita juga lhoo. Alasannya pasti pasti banyak, salah satunya : “Tunggu selesai bayar kewajiban dulu deh baru nabung, tar dulu deh banyak kebutuhan!. Nah konsep basi alias konsep bodoh inilah yang selalu menguasai kita. Bener gak?.

Belajar Nabung

Cara paling jitu mendisplinkan loe menabung adalah pada saat terima income langsung pindahkan deh ke rekening berbeda. Namun pastikan rekening tsb susah di cairkan dengan fasilitas seperti tabungan rekening Umum. Contoh tabungan yang tidak ada ATM dan juga Internet Bankingnya. Kenapa?  karena kemudahan fasilitas  tadi bisa bikin tangan lo gatel dan akhirnya kuras tabungan. Hasilnya gagal belajar nabung deh :(. Kalau memindahkan juga susah di lakukan, better auto debt saja ke rekening ini. set sesuai tanggal gajian. yang paling penting di camkan adalah bahwa duit itu untuk loe nantinya. Ikhlasin dulu di simpan alias di pindahkan uang loe. kalau belum ikhlas, yakin metode macam apapun yang di sarankan tetap tidak mempan. ada cara lain selain ini? monggo saja dan buat senyaman lo.

TABUNGANKU tanpa ATM dan Internet Banking.

Rata-rata bank besar saat ini punya jenis tabungan yang bernama TABUNGANKU dan tabungan ini sudah disahkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2013 sebagai kampanye Gerakan Indonesia Menabung. Bayangkan guys, sudah 6 tahun kampanye jenis tabungan ini dilakukan gue baru ngeh akhir-akhir ini. Lima tahun yang lalu, gue malah buka rekening Umum dengan biaya admin yang lumayan mahal. Padahal bunga yang kita dapatkan  jauh lebih kecil dari Biaya admin bulanan. Biaya admin bulanan atau biaya tabungan Rekening Umum rata-rata Rp.10.000 s/Rp.17.000 per bulan. Mari kita lihat perbandingannya dengan bank/tabungan Umum :

tabunganku;jenistabunganku;tabungankubankBI;biayaadmintabunganku

Tabunganku Lebih murah vs Tabungan Umum

Manfaat menabung di TABUNGANKU

Tentu melihat biaya yang kita keluarkan akan membuat kita semangat dalam menabung karena sudah tidak perlu biaya admin yang mahal.

Kekurangan menabung di Tabunganku

Setiap produk yang kita gunakan baik barang dan jasa pasti memiliki kekurangan. Begitu juga Produk Tabunganku Rata-rata rekening ini tidak bisa di buka auto debt pembayaran bulanan atau auto debt untuk asuransi, Reksa dana, DPLK atau semua jenis yang berbau auto Debt. Namun ada beberapa yang sudah bisa auto debt seperti bank BJB sudah bisa auto Debt untuk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). selain itu, jika selama 6 bulan tidak ada transaksi dan tidak adalagi saldo, otomatis di tutup.

Terlepas kekurangan yang dimiliki oleh Tabunganku, tetapi bagi gue suatu solusi untuk belajar menabung dengan ketat. Bahkan saat ini gue bikin dua Tabunganku lho dengan Bank Yang berbeda. 1 Tabunganku di BJB dan 1 Tabunganku di BNI. Di BJB gue jadikan DPLK (Dana Pensiun Kembaga Keuangan) dan di BNI gue jadikan Dana Darurat saja. Pertimbangannya ya itu, biaya admin bulanan free dan gue gak sembarangan ambil duitnya. Secara kalo ada ATM bakal habis juga :D.

Selain itu guys, gue sudah mulai juga yang namanya investasi. Dan akan gue bahas kira-kira apa jenis, manfaat, plus minus investasi yang gue ambil. Itu saja sih semoga kita makin sadar menabung ya coi….!