Cara Merubah Kartu keluarga Kendaraan dan Cara menghitung Pajak progresif Kendaraan

Cara Merubah Kartu keluarga Kendaraan dan Cara menghitung Pajak progresif Kendaraan

*Lokasi di Kantor Samsat

Untung : pak, kok mahal banget Pajak kendaraan saya?

Petugas samsat : <sambil lihat data> oh iya mas, dikarenakan mas sudah punya empat motor.

Untung : lah, motor saya baru satu kok. Pajaknya pun paling 200rb an lebih karna masih baru.

Petugas samsat : <liat di system> oh mas nya pakai KK (kartu keluarga) siapa pada saat beli kendaraannya? Dan saat ini masih pakai KK siapa?

Untung : saya ngikut KK ipar saya pak.

Petugas Samsat : oh betul, karena di KK ini sudah terdaftar 5  motor dan masih aktif semua. Otomatis kena pajak progresif.

Hmm.. melihat pembicaraan antara Untung dan petugas maka pajak progresif kendaraan sekarang sudah mengacu ke Kartu Keluarga (KK). Contoh dalam Kartu keluarga tersebut ada banyak kendaraan maka akan tinggi pula pajak untuk kendaraan terakhir atau yang baru dibeli.

Cara menghilangkan pajak Progresif Kendaraan bermotor / Mobil

Untuk menghilangkan pajak progresif sebenarnya tidak ada caranya. Namun coba ada beberapa langkah yang bisa dilakukan jika lo numpang ke Kartu Keluarga yang mana lo sendiri belum punya Kartu Keluarga. Biasanya anak rantau selalu numpang Kartu keluarga ke rumah yang ditempati. adapun alasannya untuk mempercepat surat menyurat atau alamat mengurus dokumen yang membutuhkan alamat tempat tinggal.

  1. Pertama, coba tanyakan ke pemilik Kartu Keluarga, apakah masih ada kendaraan yang sudah di jual / Hilang namun masih aktif pajaknya.

Contoh : Ipar Untung memiliki 4 kendaraan sesuai data kepolisian. Namun 2 unit sudah di jual tetapi belum balik nama. Disini lo bisa kasih tau ke pemilik KK agar di hilangkan dari KK dengan cara balik nama ke pembeli.

  1. Kedua Buat Kartu keluaga baru. Memang bisa buat KK baru di Rumah yang sama? tapi gue masih single?

Jawabannya bisa!. Artiannya jika KK lo berdiri sendiri yang mana mengacu ke KTP, otomatis pajak yang lo bayarkan TIDAK KENA PROGRESIF dan masih terhitung satu kendaraan.

Berapa biaya pajak Progresif kendaraan di Ibukota Jakarta?

Data Tribunnews. Berdasarkan draf Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015, tarif pajak yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan pribadi adalah sebagai berikut:

  • Kendaraan pertama besaran pajaknya 2 persen.
    • Kendaraan kedua besaran pajaknya 2,5 persen.
    • Kendaraan ketiga besaran pajaknya 3 persen.
    • Kendaraan keempat besaran pajaknya 3,5 persen.
    • Kendaraan kelima besaran pajaknya 4 persen.

Bagaimana cara agar kendaraan kita mengacu ke Kartu Keluarga (KK)?

Tahun lalu gue masih mengikut ke Kartu Keluarga Kakak gue. Nah, karena kondisinya sama dengan Untung diatas maka tahun ini gue pecah. Tahun lalu kalau tidak salah biaya pajak gue lumayan mahal karena kena progresif lebih dari Rp. 400.000 yang harus gue bayar. Nah Tahun ini karena sudah pecah Kartu keluarga, tentu gue tidak kena pajak progresif dan nilai obyek pajak gue hanya dua ratusan. Jika Kartu Keluarga baru sudah ada, NIK (Nomor Induk Kependudukan alias KTP) kita langsung ngelink ke Data samsat yang mana jelas terlihat sudah pisah kartu Keluarga. Jadi tidak perlu di urus perubahan KK nya karena samsat sudah rubah secara otomitis.

Cara melihat STNK pajak Progresif. 

Caragantikartukeluarga;caramenggantikartukeluarga;gantiSTNKkartukeluarga

Jika tandanya 001 Berarti Pada Kartu Keluarga Tersebut baru memiliki 1 Kendaraan. Coba Cek STNK lo.

Setelah membaca ulasan ini, maka lo dah tau caranya menghilangkan besarnya pajak progresif kendaraan yang lo miliki. Tapi kalo kendaraan lo branded and limited edition, malu kali akhh menghindari progresif. Masa beli kendaraan mahal mampu tapi bayar pajak masih mikir-mikir :P. #canda akhh#.