Pengalaman Turbulence dalam Pesawat

Selamat Pagi /Selamat Siang / Selamat Malam di blog yang jarang gue obok-obok ini. Sebenarnya sudah beberapa trip gue lakukan namun belum sempat diabadikan dalam blog yang sederhana ini. Entahlah.. semoga energy positifnya langsung mengalir di nadi ini layaknya tagline Asian Games 8-8-2018 yang sudah berlalu dengan pembukaan dan penutupan yang super wow. Oh iya, gue bukannya mau bahas Asian Games yang sudah berlalu namun mau bahas sesuatu yang bikin gue cemas dan masih berpikir panjang dari kejadian yang gue alami.
Jadi ceritanya Awal Juli 2018 kemarin gue trip ke Filipina. Untuk detailsnya, gue akan ulas selengkapnya :). Penerbangan Manila waktu itu pukul 08:00 Pagi waktu Manila. Karena takut dengan traffic jam yang super gila di Manila, finally kami menginap dibandara malamnya. ya..soal nginap di Bandara sudah biasalah dong bagi pelancong. Malam didalam bandara sangat dingin, apalagi menjelang pagi. Mencoba melihat keluar Bandara ternyata Hujan dan petir bercampur ria. Gue sih hanya berdoa yang terbaik agar cuaca segera cerah. Jika kita lihat diberita tahun 2015 adanya topan Melor dahsyat di negeri mayoritas Kristen ini. Hal itu yang membuat gue sedikit khawatir dan sedikit gelisah.
Penerbangan maskapai Air Asia Filipina – Jakarta.
Penerbangan kami saat itu menggunakan Air Asia direct to Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 4 Jam lebih. Seat yang gue duduki kebetulan berada di deket jendela dan viewnya bisa terlihat run way. Dari masuk hingga kami duduk dan pintu ditutup, hujan di luar belum berhenti dan bahkan semakin deras. Pesawat dari garbarata juga sudah siap menuju antrian run way untuk Take off. Namun sudah lebih dari 15” (menit) pesawat pun belum take off, informasi dari Capt hanya menunggu antrian take off saja. Perasaan disitu makin berkecamuk gak tenang mengenang kejadian yang terjadi di Manila dan Malaysia. Bingung mau ngapaian karena sudah bosan banget. Majalah di kursi bolak-balik tanpa di baca, dan karena sudah galau maksimal, kali itu bener-bener baca petunjuk keselamatan dengan details. Entah apa yang terjadi kenapa pikiranku sudah kemana-mana dengan keadaan terburuk sekalipun sudah ada dalam pikiranku. 5 menit kemudian, pesawat berjalan dan posisinya menikung sehingga beberapa pesawat di belakang yang ngantri untuk take off terlihat nyata. Disitu udah mulai sedikit tenang karena dugaan gue terkait pesawat rusak tidak terbukti. Mau coba mengalihkan untuk tidur agar rasa cemas menghilang, tetap tidak bisa!. Setelah hampir 50 menit akhirnya pesawat kami ready for Take off, berikut juga pesawat Delta dibelakang sudah siap menyusul.
Turbulence di Pesawat.

www.cntraveler.com;LIONIRJT610korban_hancur_korbanselamat_JT610CGKPLP;JT610lionair;lionairJT610

Ilustrasi Gambar copy dari http://www.cntraveler.com

Informasi sabuk pengaman sudah aman setelah take off. Namun getaran masih tetap berasa hingga penerbangan ± 30 menit capt info untuk kembali menggunakan sabuk pengaman dan tidak boleh mengunakan toilet. Dan bener dong terjadilah goncangan dahsyat. Gue merasa jantung sudah copot ketika turbulence dengan dahsyat terjadi, di kursi belakang terdenger beberapa penumpang memanggil Tuhan yang maha kuasa, dan bener-bener mengerikan. Kembali lagi pikiran gue sudah kemana-mana dan makin cemas tak berujung. Jangan sampai mati mesin, jangan sampe masuk ke awan kumulonimbus, jangan sampe pilotnya lari dari jalur, jangan sampai di hempaskan angin Melor, hadehh panic banget. Dan besyukur turbulence itu berakhir. Namun tetap saja masih bergejolak hingga 2 jam lebih. Setelah tiba di wilayah Indonesia, awan cerah menyambut terlihat dari Jendela kaca pesawat. goncangan sudah hilang. Puji Tuhan selamat tiba di Jakarta.
Cerita Perjalanan pada tanggal 16 Oktober 2018 dari Kuala Lumpur ke Jakarta penuh dengan penderitaan. Kondisi saat itu hujan deras di KLIA 2 Kuala Lumpur dengan Air Asia. Btw kenapa low cost mulu ya? Waduh, maklum budgetnya emang dapat itu :D. nah kalau dari Kuala Lumpur on schedule namun didalam pesawat karena penumpang tidak full maka beberapa pindah kursi agar seimbang. Kebayang dong kalau terjadi something, pasti sulit untuk identifikasi (amit-amit) secara sudah pindah-pindah nomor kursi. Penerbangan baru 20 “ terjadi turbulence yang bikin pesawat semacam melayang jatuh dari ketinggian. Oh Tuhan… bikin jantung berdetak kencang. Dari take off sampe 1 jam 15” goncangan tetap ada. Entah mengapa hujan deras itu selalu mengganggu perjalanan kali ini. pasrah dan berharap sama Tuhan yang terbaik.
Sebenarnya terkait Turbulence yang gue alami bukan baru pertama kali gue alamin, sejak berpergian dari dulu. Namun yang gue bikin degdegan kenapa sejak kejadian Air Asia Surabaya menuju Surabaya plus Hilangnya Malaysia Airlines yang notabene dari Malaysia.
Atau mungkin kah karena umur sudah semakin menuai sehingga kecemasan yang gue rasakan terlalu berlebihan? Pernah mengalami hal inikah? Share dong cara ngatasin kecemasan yang berlebihan.
Note :
Tulisan ini hampir dua minggu di Draft dan entahlah, duka dari si burung besi LION AIR JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang sangat menyentuh hati gue. Gemetar bahkan bingung mendengan berita ini. dan ternyata semua penumpang tidak ada yang selamat dan pergi begitu saja.Semoga semua arwah para korban di terima di sisiNya.