Pengalaman Tambal Gigi

Pernah ngalamin tambal Gigi tidak ?

Ngik-ngik-ngik ngilu sedikit menahan perih ketika mesin pembersih karang gigi  menari-nari di gigi gue plus ketemu Dokter gigi yang satu ini!!!! . Yaps…. Bersihin karang gigi selalu gue lakukan max 6 bulan sekali. Sebenarnya gue tidak terlalu suka sama dokter yang satu ini.  secara jutek and gak ada basa-basinya. Setiap ketemu langsung ke tindakan. Kalo dokter gigi yang lain masih ada basa-basinya nanya kabar, baru pulang kerja apa tidak, bla,bla. Maklum gue bukan orang kaya yang harus pake dokter gigi pribadi. Jadi dokter gigi gue ya dokter gigi yang berada di klinik. Kenapa gue tidak pilih Rumah sakit?, karena sudah berapa tahun melakukan bersihin karang gigi disini tidak ada masalah. Hanya  baru saja sadar kalau hari senin merupakan hari dokter gigi yang jutek tadi untuk duty. Ya sudahlah ya… :D.

Oia, sebenarnya bukan mau bahas di Dokter jutek tadi. Namun kali ini gue mau share mengenai “pengalaman Tambal gigi”. Bagi lo yang baru pertama kali dengar gak usah kaget. Jadi gak cuman Tambal Ban yang ada . tambal Gigi ada juga!. Februari 2016 kemarin, si Dokter yang ramah disini pernah menawarkan tambal Gigi setelah bersihin karang Gigi, Namun saat itu gue liat masih biasa saja. Dan belum ada ngilu saat makan yang dingin namun sudah mulai ada tanda yang mana ada sedikit hitamnya.

Biaya tambal Gigi_ tambal gigi dijakarta_biaya tambal gigi

Gigi gue gak separah ini sih. tapi kira-kira yang model ini di tambal. dan pasti mahal kalo segede ini mau ditambal. Photo : medicalxpress.com

Setelah selesai bersihin karang gigi, tumben si dokter ini nawarin sesuatu :

Dokter : udah ya.

Gue : ok Dok!

Dokter : oh iya, sekalian tambal gigi gak? Nanti semakin lama bisa berlubang lho. Kecuali kamu makanannya vegetarian dan tidak minum coklat dan susu pasti gak masalah sih.

Gue : (mikir dalam hati, mana mungkin gue bisa makanan kyk gitu tiap hari. makanan gue makanan enak yang banyak minyaknya :D) oh emang berapa sih Dok?

Dokter : karena masih hanya tanda doing, pernambal Rp. 200.000;

Gue: btw, ada efek sampingnya?

Dokter : ya ngak adalah mas. Ini kan hanya di tambal (dengan muka juteknya).

Gue: ok boleh dehh. Emang kayak apa sih dok ?

Dokter:  ya tinggal tempel ini saja (sambil menjukkan semacam obat cari dan ada alatnya gitu)

Gue: ya udah boleh deh!

Lagi-lagi gue di suruh buka mulut lebar-lebar untuk mulai proses tambal gigi. Step pertama yang gue liat dan rasakan :

  1. Dikerik lagi yang agak hitam tadi, agar warna hitamnya hilang.
  2. Ada sedikit obat cairan di teteskan setelah di kerik.
  3. Di taroh kapas di sisi gigi kita, ngak tau fungsinya apa! secara gue hanya tutup mata, sesekali liat prosesnya.
  4. berikutnya di tempelkan semacam pasta gigi berwarna biru muda. dan kayaknya itu alat nambalnya deh!
  5. Kemudian ada semacam alat Las/Solder kalo di otomotif. Nah kalo disini, pake laser kali ya, (Mana mungkin gigi gue di Solder or di las gitu :D) di tempelkan ke Gigi yang akan di tambal tadi,
  6. Ya gue gak tau lagi deh.

Sekitar 10 menit  proses itu selesai semua kapas di copot dari dalam mulut gue. Disuruh kumur, dan sudah selesai. Gue sihh malas nanya-nanya sama dokter gigi yang ini. Terus rasa sisa obat-obatan tadi kayak lo lagi gigit sabun colek aja sih rasanya. Saking penasaran seperti apa langsung ngaca di depan dokternya. wow warnanya tetap Putih. tetapi perasaan kayak lo lagi makan permen karet tapi nempel ada yang nempel di gigi. Lama kelamaan bisa saja. Nah begitulah kira-kira pengalaman Tambal Gigi yang tidak menyeramkan. Malah lebih ngilu kalo bersihin karang Gigi. Oh ia, tidak tau benar atau tidak tambalan gigi gue sudah permanent jadi tidak akan copot Tambalannya. Ya… gue kan orang awam tidak tau benar permanent atau tidak! Kita lihat saja nanti apakah tambal Giginya permanent atau tidak J. Menurut gue worth banget dengan Biaya Tambal Gigi hanya Rp. 200.000. kalau ada yang lebih murah untuk biaya tambal Gigi, boleh lo Share juga ya!.

Apakah lo pernah punya pengalaman tambal gigi? Rasanya bagaimana menurut lo? Sorry juga kalo proses diatas terbalik, itu hanya pengalaman yang menurut gue amati. Maklum mata sambil merem :D.

 

Advertisements

22 comments on “Pengalaman Tambal Gigi

  1. Belum pernah tambal gigi..duh jangan deh..tapi aku rajin bersihin karag gigi. Itu penting banget 🙂

  2. Hai ito 4 gigi gerahamku ditambal 2 atas 2 bawah, yg 1 bawah akhirnya minta cabut aja krn bolak balik sakit dan ditambal. Klo nambah yg putih belum permanent masih harus dibongkar lagi tuh. Yg permanent warna ke abu2an.. nih 3 gerahamku sdh prrmanen, sdh 10 thn gak ada masalah apapun.

  3. ade_jhr says:

    Bener mending d tambal sebelum makin gede bolongnya.. Ak tambal d puskesmas graham belakang bawah udah 5 tahun ngk bolong lg.. Dan geraham yg satunya udh bolong ditunda2 malah skrg besar dan pilihannya cuma bisa d cabut.. Nyesel dah..

  4. Ceritaeka says:

    Nggak coba ke puskesmas? Gratis dan bagus juga kok

  5. chris13jkt says:

    Pernah juga nambal gigi, tapi dah lama banget. Yang baru sih dicabut gara-gara tambalan lepas dan bolongnya juga udah parah 😦

  6. ashiung says:

    Kok setelah tambal gigi rasanya kyak gak enak banget ya.. kayak ada yang nempel terus terasa teksturnya kasar gitu..kayak ada perment karet yang menempel bener tu.. beda rasanya dengan gigi yang asli..

  7. Deddy Huang says:

    Sekarang biaya tampal gigi bisa 300-500 ribu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s