Kecewa dengan Pelayanan Taxi

Kejadian Tanggal 25 Nopember 2014 | Area : Cengkareng Jakarta Barat |

Pagi itu sebenarnya mata masih ngantuk dan serasa masih ingin menyatu dengan kasur ketika pukul 03:00 sudah harus bangun dan siap-siap ke Bandara. Namun gue tetap semangat karena pagi itu gue harus berangkat menuju Kuala Lumpur alias KL pukul 06:15 Wib. Tentu jika penerbangan jam segitu, biasanya berangkat Pukul 04:30 dan itupun sudah Check in via web melalui situs maskapai yang gue tumpangi. Namun kali ini bukan karena belum Check in, melainkan dikarenakan teman sudah menunggu disana. ya.. dengan terpaksa deh ngumpul di Bandara Soeta Terminal 3:D.
Dari Cengkareng / sebelum mall Cengkareng ke bandara sebenarnya tidak jauh. untuk biaya taksi alias argo taxi biasanya Rp.35.000 – RP 40.000 diluar tol. Beberapa taxi yang lewat masih gue abaikan dengan mempertimbangkan taxi yang lebih terkenal alias lebih bisa di percaya. Dan sekitar 30” an menunggu, muncullah taxi EXPRESS warna putih. Gue langsung masuk, duduk, tutup Pintu karena itu taxi ternamalah. Dan taxi pun berjalan Pelan karena memang pagi itu sedikit rame dipinggir jalan karena masih ada aktivitas pasar pagi sehingga kendaraan masuk ke arah pasar.
Gue :” pak Ke Bandara Terminal 3 ya..!”.
Sopir taxi Express :”Kemana mas?”. (Mungkin kurang denger kali ya. dan taxi berjalan pelan).
Gue: “Ke Bandara terminal 3 pak”.
Taxi Langsung berhenti.
Sopir taxi Express :”oh ke Bandara?, bayar Rp.70.000 saja ya”.
Gue :”Lah, kok gitu pak?, Argonya kenapa gak dijalankan?”.
Sopir taxi Express :” ini rusak mas (sedikit nada naik), loe cari kemana aja segitu kesana!!, lagi Deket ini, tau sendiri gue gak dapat penumpang dari Bandara. Keluar aja kalo gak mau bayar segitu!!.
Gue :” Sorry pak, saya maunya argonya jalan”.
Buka Pintu dan langsung keluar.
Sopir taxi Express Ngoceh gak jelas…!

Pertanyaan gue adalah, kok bisa-bisanya si sopir ngomong seperti itu?, Sebenarnya ada gak sih standard Jangkauan Terdekat jangkauan Taxi dari start Argo hingga berhenti?. Kenapa juga Taxi EXPRESS dengan skala besar membiarkan sopir seperti itu. Biar bagaimanapun, Taxi seharusnya memberikan Service yang bagus. Argh… merusak mood pagi hari saja.
Berharap Semoga tidak terjadi lagi hal seperti itu terhadap penumpang-penumpang yang lainnya.

Kesalahan Gue adalah : TIDAK BERHASIL MENDOKUMENTASIKAN NOMOR POLISI TAXINYA.