Cerita Horor ala nandito

Malam itu merupakan malam yang sangat horor buat gue. Seperti biasanya kendaraan roda dua / motor gue menjadi alat akomodasi gue sehari-hari jika pergi ke kantor. Ya .. kalo ketemu sama client paling menggunakan taxi itupun jarang, kebetulan clientnya gak jauh-jauh banget. untuk lokasi tinggal Jak-Bar ke Lippo tangerang lumayan jauh dengan jarak tempuh ± 40” – 1 jam. Namun malam itu sekitar jam 20:00 ketika gue pulang dari kantor persis didepan salah satu Mall daerah Poris Tangerang mogoklah sahabat gue ini alias motor gue. Coba starter tetap saja mesinnya tidak hidup. Entah kenapa urusan otomotif paling stupid banget. selama ini hanya berharap sama Bengkel saja ketika terjadi kerusakan apapun bentuknya. Masih belum hidup, coba di Engkol namun stuck. Well, ambil inisiatif untuk di parkir diMall tsb. Lebih aman dong! secara logika jika gue taroh di rumah warga belum tentu aman.
Saat itu datanglah dewa penolong dengan bantuan memberikan analisa dari apa yang sudah gue lakukan, dan karena dia (simas-mas) sudah tau indikasi apa yang terjadi maka dia menyarakan agar di cek di Bengkel terdekat dengan cara membantu mendorong kendaraan gue ke bengkel terdekat. Ya.. gue sihh masih berpikiran positif bahwa orang ini dewa penolong saat itu. Walau sebenarnya gue tuhh paling sangat susah begitu cepat percaya sama siapapun dengan kondisi apapun. Karena gue selalu menggunakan logika. Back to topic, Setelah didorong dengan cara gue tetap duduk manis di motor dan kaki si mas-mas mendorong dari samping. Tentu kaki dia capek pastinya. Ehh.. sekitar ± 300M ketemu bengkel yang hanya melayani Tambal Ban dan juga pengisian angin saja. si mas-mas yang ngebantu gue berusaha sangat keras untuk membantu gue. Bongkar sana-sini namun tidak berhasil. Alhasil kesimpulannya harus dibawa ke arah rumah dia yang sangat jauh (Nama Daerahnya Batu Ceper), yang lokasinya persis di pinggir jalan raya. Ok jika berhasil tentu gue akan bayar gak mungkin free :D.
Kembali lagi dia mendorong motor gue dengan waktu tempuh ± 15”. Setelah tiba di lokasi yang menurut gue itu lokasi yang sangat rentan dengan aksi keji para pelaku kejahatan. Mengapa tidak, lokasi jalan yang jarang macet yang membuat para pelaku kejahatan cepat kabur. Kalau macet pasti masih banyak yang lihat jika terjadi sesuatu terhadap si korban.
Si mas-mas : “mas nanti tunggu disini ya.. saya ambil perlengkapan Bengkel”.
Gue :” ok mas. Berapa lama ya?”
Si mas-mas :”bentar kok, paling 10 menit. Kebetulan lokasinya deket kok “.
Gue:”ok mas”. Si mas-masnya berlalu untuk ambil perlengkapan.

10 menit kemudian muncullah mereka berdua, Ehh dia bawa temannya satu orang. Menurut cerita dia sebelumnya bahwa nanti akan ada temannya yang ada di bengkel bantuin dia. hanya berkata, “mas, kebetulan bengkel teman saya ini jauh, harus ambil toolsnya dulu”. “ok, jangan lama-lama ya mas”, sahut gue.
Ehh lima belas menit kemudian ada motor berhenti di depan gue. Ya.. gue kira itu mungkin lagi telepon atau baca-baca email di gadget dia. Gue gak ambil pusing, gue masih santai baca-baca berita dan lihat-lihat sosmed. Waktu semakin malam, mobil-mobil lalu lalang dan semakin berkurang. 20menit kemudian muncul dua orang boncengan cowo dengan perkiraan umur 20an sama belasan tahun. Mereka berhenti persis di depan gue. Gue lihat mungkin ini masih menunggu temannya, namun aneh mereka photo-photo tapi anehnya kok blitz nya gak ON?. Logika gue kembali berjalan, kenapa blitz gak ON?, ataukah mereka ini pencopet? Ataukah ini suruhan di mas-mas tadi?. Semua muncul pertanyaan negatif gue!. Dan si cowo tadi minta duduk disamping gue, yang nota bene tempat duduk itu lebar. Jadi ceritanya ada semacam meja yang rusak di sisitu jadi gue duduk disitu.
Cowo 1: “mas bisa duduk disini?”
Gue :” ya duduk aja, toh masih lebar tuh!” (dengan nada curiga).
Namun gue langsung berdiri dan pura-pura telepon teman yang kerja sebagai polisi. Mereka berdua dengar pembicaraan gue, padahal saat itu gue hanya acting telepon operator celuler :D. Gue marah-marah di telepon, maki-maki orang, padahal lawan biacara gue gak ada.
Setelah itu, si cowo 2 nyamperian gue : “mas, jam berapa sekarang?”.
Gue:”jam 8 malam!!!!” Dengan nada emosi, takut, pengen nonjok, karena gue takut tiba-tiba dia ambil jam gue, atau dia melakukan hal aneh. yang namanya pelaku kejahatan bisa saja berbuat apa-apa. Dan si cowo 2 tadi melakukan komunikasi dengan cowo 1, entah apa yang merka bicarakan. Hampir pukul 22:00 lewat si mas-mas tadi tidak muncul. Gue ambil action, dorong motor dan kebetulan dekat lokasi kejadian ada pool taxi ternama region Batu Ceper – Tangerang. Gue keringatan sambil minta tolong sama si petugas parkir disana agar kendaraan gue di keep hingga pagi besok.
Sampai saat ini gue masih kepikiran soal si mas-mas itu. Karena gue gak keep contactnya, dan gue langsung pergi tanpa ada pesan ke dia.
Pikiran positif gue : si mas-mas ini baik sekali padahal baru kenal.
Pikiran negatif gue : apakah si mas-mas ini komplotan yang tidak-tidak?.
Namun karena gue gak tau apa yang terjadi soal si mas-mas ini, jika pun gue salah menilai dari skenario itu semoga rezeki si mas-mas tadi dengan kebaikannya terbayarkan oleh Tuhan.
Namun dari semua kecurigaan ini, tetap waspada terhadap orang yang memberikan bantuan terhadap kita. “mungkin saja itu kesempatan dalam kesempitan”.

Advertisements
This entry was posted in Umum.

16 comments on “Cerita Horor ala nandito

  1. waakk..pas baca di awal sudah rada ngeri loh Nandito..aku pikir kamu akan dirampok. Aku tuh suka curigaan kalau terlalu baik dan ramah, apalagi malam-malam buta. Memang tidak baik ya mungkin terlalu curiga tapi kalau di perkotaan suka susah menilai mana yang murni tulus dan yang berniat negatif…
    terus gimana motornya? Sudah sembuh ngadatnya?

    • iya bener tuhh.. dulu teman saya kena di parkiran mobil. si pelaku menawarkan obat kulit, tp ternyata itu Bius. seketika HP, Tas , dompet raup. mobil gak di bawa si pelaku entah takut or tidak bisa nyetir. hitungan detik lhoo . ahahaha soalnya motornya sih sudah OK besoknya. namun yang saya curigai hanya skenario mereka saja. hadehhh.. zaman sekarang kudu hati-hati. kelihatan baik, ehh itu bisa jadi jebakan. harus waspada dehh :).

  2. chris13jkt says:

    Mending curigaan tapi selamat daripada gampang percaya tapi akhirnya jadi korban. Apalagi daerahnya memang daerah yang horor gitu

  3. klo setan gak ada yg membunuh manusia, tp manusia bisa….
    jadi sbenernya kita hrs lbh takut sama manusia drpd setan, ttp waspada yg penting lae!

  4. winnymarch says:

    hati2 ito. aku tgl 11 itu di hipnotis uangku ludes semua gara2 aku terlalu baik ama orang

  5. Nan…komentar untuk posting Taxi-nya ditutup ya? hehehe..lagi di Malaysia nih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s