Tips and Trick Trip Ke Bangkok-Thailand, Kamboja , Vietnam part two.

Pagi itu kami sudah siap-siap ke untuk take off ke Saigon. Terbayang sudah kota Saigon itu seperti apa. Yang pasti kalo gue berbicara soal Vietnam tentu tidak luput dari topik hangat carut marutnya transportasi disini, banyaknya Scam terutama sopir Taxi,sejarah kelam Bangsa ini dan tentu menikmati Mini Gurun pasir yakni Mui Ne.

Suara awak kabin pun keluar dengan bahasa Thailandnya itu pertanda bahwa kami sudah Landing dengan Selamat di Airpot Nat tha san Saigon.

Selama ini yang gue baca dari blog-blog teman-teman indonesia selalu menggunakan Taxi dengan nama Taxi Vinasum dari Bandara menuju pusat kota. Menurut gue Alangkah baiknya loe menggunakan Bus Bandara ke Pusat kota (Distric One). Kecuali loe tiba disana sekitar pukul 17:00 keatas yang mana lebih baik menggunakan Taxi. Tetapi kalo loe tiba dari jam 09:00 – 17 :00 waktu Vietnam lebih baik menggunakan Bus bandara. Hmm… harga tiketnya pun murah bung…! hanya VND5000 per orang. Ya lumayan kan hanya Rp 2500 loe sudah tiba di Kota Vietnam. Dari pada naik Taxi ± RP65000 – 85000an. Untuk nomor busnya 152.  Oia, untuk Bus ini beroperasi setiap se jam.

How to Get Bus 152 Airpot Nat tha san Saigon to Distric one?

Bus number 152 Airport Saigon vietnam

Bus number 152

Ohh ia, disini lucu untuk bayar ongkosnya, pertama loe ambil tiketnya disamping Sopir kemudian kasih duitnya. Jadi si sopir multifungsi sebagai kernet.Sekitar ± 35” tiba juga di Distric one yang merupakan basis para pelancong dunia. Seperti sebelumnya gue membahas mengenai tempat para pelancong di Thailand,di Vietnam juga ada tentunya.

Welcome to Saigon City

Tujuan kami berikutnya adalah Mui Ne si Gurun pasir mini yang sangat gue idam-idamkan sejak lama. Bayangkan saja sudah hampir satu tahun gue ngidam yang namanya Mui Ne. Menyedihkan sihh secara gue masih fokus Kuliah dan kerja-kerja cari Duit :D.

Hati-Hati Memilih Angkutan di Saigon atau Ho Chi minh City

Bus Statiom - Ho chi minh City

Bus Statiom – Ho chi minh City

Setelah turun dari Bus, orang lokal sudah sibuk menanyakan mau kemana, dan bisa dibantu atau tidak. Tetapi gue tetap cari aman ke kantor layanan bus saja untuk mendapatkan informasi Bus ke Mui Ni. Menurut si Ibu-ibu petugas yang terbata-bata bahasa inggrisnya agar pilih Bus No 19. Tetapi gue belum yakin dengan hal ini mengingat belum ada yang pernah membahas Bus atau angkutan umum ke Mui Ne. Curiga dengan jawaban petugas tadi, dan bertanya hampir 4 orang soal Mui Ne namun tidak  yang tau dan parahnya lagi tidak bisa English hanya senyum-senyum #emosi mulai dehh :D#. Yang terakhir ada cewek beneran bukan cewe jadi-jadian yang memberikan informasi jika ke Mui Ne harus menggunakan Travell karena sudah antra provinsi. Dan Range Harga Tiketnya juga dia tau. Tentu semangat mencari Agent Travell yang tidak jauh dari saya berdiri.  Tiba di agent travell yang pertama gue tanya mengenai jam berangkat ke Mu Nie, Harga dan tentu apakah Sleeping Bus or Seating Bus. Harga kedua Bus ini berbeda yang mana lebih mahal Sleeping Bus. Harga sekali jalannya VND(dong) 200.000 atau 10USD. Berhubung jam keberangkatannya masih lama, maka kami menghabiskan sisanya ke Katedral atau Gereja yang menjadi tujuan wisatawan dari berbagai dunia. Gue kurang tau berapa jauh jarak dari Tempat si agent Travel tadi ke Gereja Katedral yang pasti banyak yang belum pernah gue lihat sebelumnya. Contohnya:

1.Taman diPusat kota ini menjadi tempat orang-orang setiap pagi dan sore untuk olah raga dan sekedar Jalan-jalan santai. Eh… ada alat gym Mininya soda-sodara. Jika saja di Jakarta seperti ini #berharap kepada pak Ahok#.

Ho chi minh City

Taman di Vietnam dengan Olah Raga Mini

  1. Seperti yang gue bahas sebelum-sebelumya bahwa pengguna jalan disini sangat tidak beraturan. Ada yang memotong sembarangan dengan lawan arah, bla,,,bla…
Transportation Saigon

Jalanan Saigon

Saran kalo menyebrang disini, jangan menggunakan tangan untuk menghindar, jalan saja layaknya miss universe di stage dan pengendara motor pasti menghindar. Tapi lihat kiran dan kanan, terkadang di kiri sudah aman dari kanan muncul kendaraan :D.

Namun siang itu hujan pun turun dengan deras yang membuat kami berteduh sejenak disalah satu market. Ehh.. ternyata itu Bến Thành Market sodara-sodara. Jadi market ini sudah terkenal di Vietnam dan juga bagi traveller yang sudah ke Saigon. Sebenarnya market ini tidak jauh berbeda dengan Tanah abang, pasar Pagi di Jakarta. Namun karena pasar ini sudah terkenal jadi penasaran seperti apa didalamnya.

Ben than Market - Saigon

Ben than Market – Saigon

Setelah hujan reda dan kini saat nya ke Katedral. Tidak terasa tiba juga di Katedral. Posisi Gereja ini persis di Pinggir jalan. Pengen rasanya masuk kedalam, namun karena sedang ada kebaktian jadi gue hanya melihat dari Luar saja. sebenarnya jika dibandingkan dengan katedral jakarta masih bagusan Katedral Jakarta.

Katedral Vietnam

Katedral Vietnam

So, beruntunglah kita adanya Katedral jakarta sebagai gambarana Katedral di Vietnam ini. oia, lokasi ini sangat ramai dikunjungi oleh pelancong dari manca negara. Berhubung Waktu untuk Mu Nie sudah tiba kini kembali ke Agent Travel untuk bertolak ke Mu Nie.

How to Get Mui Ne from Saigon?

Ini banyak sekali pertanyaan yang masuk, seperti yang gue ulas sedikit diatas bahwa loe harus beli tiket Bus dahulu dari Agent Travell. Untuk Busnya ada yang Sleeping or seating Bus itu tergantung pilihan dan harga yang lo miliki. Namun patut dicoba yang sleeping Bus.

Sleeping Bus Vietnam, Cambodia

Sleeping Bus Saigon – Mui Ne

Ah… jika saja ada Bus ini di Indonesia sepertinya gue gak penasaran banget kali ya.

Berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah pernah ke Mui Ne jarak tempuh dari Saigon ± 7- 8 jam. Namun kali ini Bus yang kami tumpangi sedikit lama perjalanannya. Namun setelah dipikir-pikir pasti karena kondisi Malam sehingga sedikit pelan perjalanannya. Di Bus ini sendiri gue tidur nyenyak lhoo.. secara udah kayak tempat tidur dirumah saja rasanya. sepanjang jalan tidak ada aktivitas yang ramai gue perhatikan. Sesekali terlihat pemukiman penduduk namun orang-orang sudah tidak ada diluar.

Welcome to Mu Nie

Tidak terasa pada pukul 23:15 waktu setempat, akhirnya tiba juga di Mui Ne. Malam itu sedikit rame di pinggir jalan dengan santapan makan malam di pinggir pantai. Jadi malam itu baru gue tau ada kalau di pinggir jalan umum tersebut adalah Pantai.

Hostel for Backpacking in Mui Ne

Berhubung malam itu belum booking penginapan, maka gue sudah bilang sama dedy untuk menunggu pagi hari di Pinggir jalan saja. ya.. syukur-syukur restaurantnya hingga pagi. Sambil melirik kiri dan kanan jalanan yang sudah sepi dari lalu lalang kendaraan, akhirnya terlihat restaurant yang memajang tulisan “Rent For ROOM”. Tidak terbayang seperti apa ruangan yang akan dia sewakan. Si pelayan langsung menanyakan mau beli apa. Namun gue langsung bilang untuk cari penginapan murah untuk malam ini. si pelayan semangat 45 meyakinkan jika ruangannya bagus dan harganya juga murah $10 permalam. Dengan rasa penasaran dan rasa kantuk juga, akhirnya kita menuju room. Ternyata oh ternyata kamarnya bagus bangetttt… dengan dua tempat tidur, handuk, kulkas yang gak ada isinya, lemari, hot water, TV Cable, sandal, sabun, bla..bla.. udah kyk hotel bintang 3. Dan dia menawarkan untuk trip Gurun pasir dan Fairy Stream (Suoi Tien) dari pagi hingga siang seharga $6 per orang. Tanpa pikir panjang langsung ambil and its time to Sleept.

Hostel in Mui Ne, Backpacker Austria

Hostel in Mui Ne

Morning Mu nie and we’re ready for Sands (Red Sand, white Sand, pink Sand).

Pagi itu sekitar pukul 05:00si pemilik jeep sudah membangunkan kami dengan ketokan Pintu yang kencang untuk bangun dan siap-siap ke gurun pasir. Ehh gue berpikir Cuman kami berdua di dalam jeepnya, ternyata oh ternyata masih ada rekan-rekan dari Philipine, China, dan orang lokal.

Sepanjang jalan gue kaget melihat banyaknya hostel di sepanjang jalan ini. Hampir dua bulan mencari penginapan or hostel di Mui ne namun tidak ketemu by google. Adapun yang merekomendasikan “Hostel backpacker Austria”. Namun menurut gue tidak enak juga masa penginapan sama semua sihh?. Nah, makanya gue berbagi kali ini lebih details mengenai penginapan disana. intinya loe harus ketemu harus tiba di jalan Nguyễn Đình Chiểu yang mana loe akan menemukan banyak hostel disana.

Sunrise on Mui ne

Sunrise Mui ne

Sambil menikmati sunrise dengan jalur berlawanan dengan jeep yang kami gunakan. sekitar ± 30” perjalanan kini tiba saat di Gurun pasir yang gue idam-idamkan sejak tau adanya gurun Pasir di Vietnam.

Berikut hasil tangkapan kamera gue pada saat di Mui Ne.

View of Mui ne Vietnam, Mui ne Vietnam, white sand

View of Mui ne Vietnam


white sanda Mu Ne, Mui Ne vietnam

Mui Ne


White Sand Mui Ne

White Sand Mui Ne

Setalah puas di lokasi ini kini, lanjut ke Red Sand yang posisinya persis di jalanan umum. Menurut gue Gurun pasir pertama yang sangat menakjubkan dan juga luasnya berkali lipat dari Red Sand ini. jadi ceritanya ada beberapa warna pasir disini, sehingga di sebut red sand atau warna-warna yang lain.

Fairy Stream (Suoi Tien) olah raga atau main air sungai yang Merah.

Lokasi berikutnya yang akan kami kunjungi adalah steamly… jadi disini adanya aliran sungai yang membawa pasir-pasri berwarna tadi ke Hili sungai. Keindahan yang luar biasa ketika pagi menjelang siang itu ketika cuaca cerah dan suara-suara para pelancong menikmati indahnya aliran sungai.

Fairy straem Vietnam; Fairy straem - Mui Ne

Fairy straem


White Sand Mui Ne

Fairy Stream Vietnam

 

View Fairy straem

View Fairy straem

Tidak terasa hari sudah menjelang siang, dan kini saatnya ke Hostel berhubung sorenya kami akan kembali ke Saigon untuk melanjutkan trip Chu Chi Tunnels, Museum Perang Vietnam dan tentu hostel Peti Mayat. Peti mayat?, nanti gue bahas. Bye Mui ne, we’ll be missing you :).

Back to Saigon / Ho Chi Minh City.

Entah kenapa perjalanan yang dari Mu nie ke Saigon lebih cepat menurut gue. Kenapa?. Seperti yang gue ulas sebelumnya bahwa perjalanan malam membuat perjalanan sedikit lebih pelan dibandingkan perjalanan disiang hari. namun tetap saja jika sudah sore berangkat dari Mui ne akan tiba di saigon pada malam hari juga.

Kaiteki Hotel

Entah kenapa referensi teman gue yang baru dari sini membuat gue sedikit penasaran soal penginapan yang dikatakan model kapsul. Namun hingga saat itu belum terbayang seperti apa penginapan tsb.

Setelah tiba dengan selamat di Saigon, Hotel itulah yang menjadi tujuan kami. Setelah tiba di Hotel masih penasaran seperti apa dalamannya. Belum juga banyaknya peraturan dengan Sandal harus menggunakan Sandal Milik Hostel ketika menuju room. Namun pihak hotelnya pertama kali mengizinkan kita untuk melihat Tempat tidur kita. secara gue belum booking sodara-sodara, on the spot saja. jadi buata loe yang mau nginap disini jangan khawatir bahwa loe akan diperlihatkan tempat tidurnya. Pikiran gue pertama kali melihat ruangannya, jika kamar ini layaknya pengawet Mayat namun tentu tidak menyeramkan. Dengan AC yang lumayan dingin, masing –masing kamar ada yang bentuk Peti.

Jadi Hotel Keitkei ini sebenarnya sudah banyak di rekomendasikan para pelancong dunia. Namun karena gue baru dengar sedikit penasaran. Berhubung sudah malam dan sudah lumayan letih di Bus, kini saatnya ZZZZzzz

Advertisements

24 comments on “Tips and Trick Trip Ke Bangkok-Thailand, Kamboja , Vietnam part two.

  1. Wah menarik sekali..saya belum pernah ke sana…dan Mui ne itu seperti padang pasir ala timur tengah gitu ya…menarik banget..

  2. Keren juga deh ditaman ada alat Gymnya, ngebayangin klo dibuat di Indonesia, mungkin ada orang2 tertentu yg pengen bawa alatnya ke rumah 😆 soalnya aku pernah nont berita, bangku taman ada masa di gondol haha.

    Jalanan Saigon ga ada lampu lalu lintas nya? Polisi ada kah yg patroli? 😀 .

    • ho oo kak. hahhaha mengerikan yakk, apa-apa jadi milik pribadi.

      ada sihh aku liat, tp entah kenapa di terobos saja gitu. dan anehnya kita sebagai pejalan kaki, jalan aja terus pasti si pengendara menghindar. kalo di kita malah ditabrak kan?. sambil ngomoong “oiii.. punya mata gak?”. hahahaha

  3. winnymarch says:

    jago kali u ito sampai vietnam salutt

  4. Salut deh buat lae,
    kapan ya aku berani buat bacpackeran, aku biasanya pake paket perjalanan sih….

  5. Masbro Yayan says:

    Mantap sekali liburannya, cocok ini buat panduan kalau mau kesana…

  6. Ceritaeka says:

    Kayak padang pasri gitu sih.. Mnarik. pake sunbloc spf berapa? eh

  7. Indah says:

    bang, mau nanya, nama restoran yg di mui ne itu apa ya? minggu depan mau ke mui ne :). jadwalnya sama nyampe ho chi min jam 3 sore mau lanjut ke mui ne malammnya dan sama sekali gak ada booking tiket. trus sama supir bus nya kita minta diturunin dimana di mui ne nya? thank

  8. Bang, aku juga juga mau dikirimin cerita lengkap di mui ne bang, itu 10$ udah all in jeep dan ke red sand sampai white sand dan fairy stream? Minggu depan mau ke sana bang, kirim ke email ya

  9. fei says:

    salam kenal bang….
    boleh info kemaren ke muine pake bus apa ya? trus perjalanan dari mui ne ke saigon kira” berapa lama (jam)?

    tks,
    fei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s