Tips and Trick Trip Ke Bangkok-Thailand, Kamboja , Vietnam part Six visit Phra Nakhon Si Ayutthaya

Jujur untuk H-2 sebelum kembali ke Jakarta sangat bingung mau kemana. tentu pertimbangan yang paling berat mengenai keuangan. Maklum keuangan sudah menipis :D. Sebenarnya masih ada duit di ATM yang bisa tarik tunai. Tetapi gue gak mau mengambil dengan seinstan itu. Soalnya dari pertama berangkat sudah di budget kan semua keuangan disana. ok, browsing dan tanya teman-teman yang sudah pernah ke Bangkok, finally kami memilih ke Phra Nakhon Si Ayutthaya atau terkenalnya dengan Ayuttaya.

Obyek Wisata Apa saja di Atuttaya?

Jika baca Historynya di internet dan papan pengumuman di Candi-candi di Ayuttaya,  lokasi ini merupakan Bekas kerajaan dahulu kala dan terkenalnya dengan berbagai candi. Dan candi ini masih banyak digunakan untuk sembahyang hingga saat ini.

Founded around 1350, Ayutthaya became the second capital of Siam after Sukhothai. Throughout the centuries, the ideal location between China, India and the Malay Archipelago made Ayutthaya the trading capital of Asia and even the world. By 1700 Ayutthaya had become the largest city in the world with a total of 1 million inhabitants. Many international merchants set sail for Ayutthaya, from diverse regions as the Arab world, China, India, Japan, Portugal, the Netherlands and France. Merchants from Europe proclaimed Ayutthaya as the finest city they had ever seen. Dutch and French maps of the city show grandeur with gold-laden palaces, large ceremonies and a huge float of trading vessels from all over the world. All this came to a quick end when the Burmese invaded Ayutthaya in 1767 and almost completely burnt the city down to the ground.

Today, only a few remains might give a glimpse of the impressive city they must have seen. Its remains are characterized by the prang (reliquary towers) and big monasteries. Most of the remains are temples and palaces, as those were the only buildings made of stone at that time. The great cultural value of Ayutthaya’s ruins were officially recognized in 1991, when the Historic City became an UNESCO World Heritage Site. Its proximity to Bangkok make it a popular day-trip destination for travelers from Bangkok. (http://wikitravel.org/en/Ayutthaya)

How to Get Ayuttaya from Bangkok (Khaosan Road) ?

Ada beberapa cara menuju Ayuttaya berdasarkan penglihatan dan informasi di beberapa Agent Travel yang kami tanya. Fyi, gue selalu melakukan hal ini agar tau range harga yang sebenarnya dilokasi yang dituju. Jadi pura-pura nanya-nanya ini dan itu #padahal gak ambil paket tripnya :D#. So, menuju Ayuttaya dengan pilihan dibawah ini :

1.Menggunakan jasa Agent Travel dari Bangkok.
→ Kami tidak memilih ini karena mahal 😀
2.Taxi
→ Kami tidak memilih ini karena mahal juga 😀
3.Public Transportation.
Definitely with Public Transportation. Tentu biaya lebih murah dan banyak dipilih para pelancong lainnya. jadi pilihannya adalah Kereta Api dari Stasiun Hua Lamphong.

Hau lamphong Station.

Oh iya, untuk menuju stasiun Kereta Hua Lamphong dari Khaosan rd bisa dengan Taxi atau Bus Umum. Tentu pilihan gue adalah Bus Umum. Kenapa? Ya.. karena gue ingin tau seperti apa keseharian disana. ada beberapa yang menginformasikan Bus yang menuju Stasion ini dengan Bus Nomor 153, tetapi tidak ada yang tau asal Bus itu dari mana. gue coba search di Backpacker World, kebanyakan bingung juga. berarti secara logika kita akan menuju jalan besar terlebih dahulu untuk mendapatkan Bus ini. namun setelah bertanya sama petugas di pinggir jalan, banyak Bus menuju Hua Lamphong. Jadi jangan takut yang penting loe sudah di Jalan besar ini. harga Busnya THB 6 per orang. kan lumayan daripada bayar taxi THB 60-80.  Berikut Lokasi Jalan yang gue maksud :

Phra Athit rd - Bangkok ; Bus 153 bangkok

Phra Athit rd – Bangkok

Untuk Harga Taxi menuju Hua Lamphong Station THB 60 – THB 80.Sekitar ± 20″ tibalah saatnya di Stasiun Hua Lamphong.

Hua lamphong Thailand;

Hua lamphong Thailand. namun Gedung ini untuk KRL kalau tidak salah

Wah, senang banget karena ingin tau betul pelayanan Kereta di Bangkok dibanding di negara kita tercinta.

Hua lamphong station - Thailand

Hua lamphong station – Thailand. Beli tiketnya harus disini ya…

Selain ke Ayuttaya, bisa juga Bandara Don Mueng bisa juga dari hua Lamphong tentu dengan harga tiket yang lebih murah dibandingkan dengan taxi.

Hati-Hati Ada Calo di Stasiun Hua Lamphong

Mengamati stasiun disini pelayanan samalah kayak di Jakarta. Ada calonya Bung!! Dengan seragam Biru. Jadi si calo ini sebenarnya gak memaksa kok. Hanya saja dia menawarkan naik taxi. Pertanyaan gue adalah, kalo gue sudah ke Stasiun jauh-jauh kenapa juga pake Taxi?. Hadehhh…..:P. Lupakan soal si calo. Kita langsung masuk kedalam dan si petugas tiket langsung menanyakan tujuan kita kemana? dan biasanya si petugas menawarkan yang mahal dulu dengan kelas executive. Harga itu gue tolak dan minta ekonomi dengan harga THB 20 per orang.

Ok saatnya menunggu kereta ke Ayuttaya. Eh.. disamping itu ada pemandangan aneh menurut gue. Ada beberapa orang yang potong rambut di pinggir rel. Pertanyaan gue, emang si customer yang potong rambut tidak punya waktu banyak untuk potong rambut di salon atau potong rambut? Apakah dia bekerja 24 bagaikan robot?. Hadehh.. ada-ada saja!.

Barber on Station Hua lamphong;hua lamphong station thailand

Barber on Station Hua lamphong

Setelah menunggu hingga hampir ±30” kini saatnya naik kereta api, tut..tut… siapa hendak henti :D.
Nah sekitar perjalanan 30” ketemulah Bandara Don Mueang. Jadi sodara-sodara jika loe mau ke Bandara menggunakan Kereta belilah tiket jurusan ini atau ke Bandara juga ada pilihannya.Sekitar 2 jam Kemudian tibalah di Ayutthaya dan disambut cuaca yang sangat panas.

Ayuttaya ;Yai Chai mong koi

Welcome to Ayuttaya

Entahh kenapa kali ini banyak juga pelancong dari luar sedikit kebingungan membaca map disini. Map yang dimaksud adalah lokasi candi2 yang jadi obyek tujuan.

Map of Ayuttaya

Map of Ayuttaya. tuhh Lihat Banyak Banget.

Jika kita lihat di map nya, lokasinya sangat berdeketan antara satu canti dengan candi yang lain. Jadi kami masih berpikiran untuk jalan kaki, walau itu mustahil dikarenakan cuaca panas dan juga jauhnya lokasi dari stasiun Ayutthaya :D.

Transportasi Di Ayuttaya | Transportation Ayuttaya
Berdasarkan pengamatan gue ada 3 jenis moda transportasi disini tentu ketiga nya berbeda.
1. Menggunakan Tuktuk
→Rent dengan hitungan jam, dari jam sekian hingga jam sekian. Jika melebihi batas yang ditentukan akan di kenakan biaya tambahan.
2. Rent Motor
→ Perhari biaya Rent nya THB200. Ya hampir sama dengan biaya Rent di Bali.
3. Sepeda
→ ada yang Rent, namun sepertinya jarang digunakan. Karena lokasi candi yang satu dengan yang lain berjauhan.
Kami berdua sebenarnya mau masih mencari alternatif bus lokal. Namun setelah kami tanya, tidak ada angkutan yang melalui Obyek Wisata ini.
Saran gue jika loe memang mau eksplorer Ayutthaya, lebih baik Rent Motor. Namun kami saat itu tidak memilih itu dikarenakan tidak pakai jaket dan jadilah Tuktuk dengan biaya yang lumayan mahal. Untuk 4 Lokasi saja harganya THB 400, padahal hanya sebentar.

Photo-Photo dibawah ini merupakan photo yang gue urutkan berdasarkan Kunjungan perlokasi. Mengenai nama-nama candinya gue lupa sodara-sodara, hanya satu yang gue Inget “Yai Chai mong koi Temple”. Mungkin bagi anda yang tau nama candinya, silahkan bantu ya.. :D.

Yai Chai mong koi ayuttaya

Yai Chai mong koi

Lokasi Candi di Ayuttaya

Lokasi Candi di Ayuttaya

Sembayang di Ayuttaya

Sembayang di Ayuttaya

Ayuttaya; temple ayuttaya

Lupa nama Lokasinya 😀

Ayutthaya Buddha Head;Patung Buddha di akar Pohon ayuttaya ;The Temple of the Great Relic

patung Budha di akar Pohon. Salah Satu Objek Wisata harus di kunjungi di Thailand

Tuntas juga perjalan mengelilingi Negara-negara ini. banyak kenangan dari semua perjalanan yang gue lakukan membuat pengalaman hidup semakin banyak. jadi jangan pernah beranggapan bahwa trip itu hanya bersenang-senang. Bagi gue, banyak pelajaran berharga yang didapat. Bertahan dari Scam, manage keuangan biar gak langsung habis, mengambil keputusan saat plan A tidak sesuai, ketemu dengan berbagai orang, mendapatkan Budaya yang berbeda, dan lain-lain. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan semua dan senang jika anda bertanya lebih details.  Tunggu cerita berikutnya. Cheeeeerrrrrsss… nandito.

Advertisements

Tips and Trick Trip Ke Bangkok-Thailand, Kamboja , Vietnam part Five

Bus menuju Thailand kami pilih pada pagi hari sekitar jam 2 pagi. Kenapa? Agar di thailand bisa tiba atau sore untuk mencari penginapan. Jangan khawatir untuk Bus ini sangat nyaman. Fyi, di sepanjangan jalan Siem Riep kami menginap banyak sekali agent Travel. Jadi jangan tanyakan nama Bus nya apa, yang perlu loe pastikan bahwa loe harus tiba di Thailand walaupun diperbatasan berganti Bus. Pagi itu disaat beberapa orang masih pacaran berkeliaran di sepanjang jalan siem riep dengan pelukan XXX, ada yang masih tawar menawar 😀 antara pelanggan dengan si wanita malam tetapi kami sudah siap packing. Ternyata Hostel kami ini menjadi meeting point Bus untuk bertolak ke Thailand. Sekitar jam ± 7 pagi tiba juga di Perbatasan.

Sebelum kita turun diperbatasan, kita diberi tanda untuk melanjutkan ke Thailand. Maklumlah kita tidak menggunakan Direct Bus to Thailand. Jadi harus over ke Mini van dari perbatasan Cambodia ke Thailand.

Tanda dari Agent Travel Cambodia - Thailand

Tanda dari Agent Travel Cambodia – Thailand

Tanda itu berarti bahwa kami masih di Cover agent travel dari kamboja ke Thailand alias Mini van inilah yang akan menghantarkan kami ke Khaosan Road.

Lagi-lagi gue mengeluh sama Imigrasi di Cambodia ini. sama seperti Imigrasi diperbatasan Kamboja dan Vietnam begitu juga petugas Kamboja ke Thailand kurang ramah menurut gue.

Cambodia Border - Thailand

Cambodia Border – Thailand

 

Untung kesemua imigran dilakukan seperti itu, soalnya di negara sebelah sangat prioritas banget sama si bule-bule, giliran muka asian di nomor duakan. Mungkin gegara negara sebelah bekas jajahannya dari barat sana, jadi masih dianggap tamu kehormatan. #lhooo.. kok curhat#.
Setelah cap beres keluar dari negara kamboja, kini berlanjut ke imigrasi Thailand. Jaraknya dekat, hanya berjalan sekitar 10 Meter, sudah masuk ke Negara Thailand. Jadi bagi anda yang sering lihat gambar ini, ini adalah perbatasan Kamboja dengan Thailand.

Thailand - Cambodia Border; backpacker ke Thailand Kamboja Vietnam; cambodia; angkor wat

Thailand – Cambodia Border. Sering Lihat Kan?, ini dari Thailand ke Kamboja.

Berbeda dengan Petugas Imigrasi Thailand, petugas disini ini sangat ramah terhadap pelancong dan kondisi ruangannya juga bagus. Setelah melewati perbatasan ini, kami menunggu rekan-rekan satu Bus ke Thailand yang masih ngantri di Imigrasi untuk cap and cap.

Mobil Pickup Tertutup

Pikiran gue dari perbatasan tersebut langsung masuk ke Mini Van dan duduk Manis, namun ternyata masih diangkut menggunakan Pick up yang ada tendanya ke Lokasi pemberhentian Mini Van.

 

Cambodia Border

Menuju Mini Van

Mobil Pick up Menuju Mini Van

Mobil Pick up Menuju Mini Van

Jadi kami harus di pool dulu disini menunggu jam keberangkatan ke Thailand. Argh.. cape juga ngangkat tas ini.

Mini Van Cambodia; Angkorwat

Menunggu di Pool Mini Van untuk diberangkat ke Thailand

Sekitar jam 10:00 waktu setempat, kini dilanjutkan perjalan ke Thailand dengan Mini Van. Maunya sihh naik Bus biar bisa goyang-goyang kaki :D.

Tidak terasa menjelang jam 16:00 waktu Thailand, kini kami tiba dengan selamat di Khaosan Rd. Fyi, jika loe mengikuti cara ini pasti sama kejadian dilapangan. Soalnya dulu teman gue begitu juga. yang penting jangan sampai hilang tanda yang diberikan supaya loe gak beli tiket lagi :D.

Sore itu masih menggendong tas punggung untuk mencari penginapan yang belum kita booking. Mengingat pertama kali ke Khaosan sudah tau lokasi penginapan yang murah, kali ini juga mendapatkan penginapan AC, Private Room dengan harga THB450 per malam tentu share cost berdua. Jadi irit dongggg :D. Sambil menunggu besok pagi ke Ayut Taya, saatnya gentayangan kembali ke Khaosan rd cuci mata. Zzzzzz.

TIPS AND TRICK TRIP KE BANGKOK-THAILAND, KAMBOJA , VIETNAM PART FOUR

Pagi itu kami sudah siap-siap menuju Negara kamboja dengan ibukota Phnom penh dari Saigon. Namun bukan Phnom penh yang menjadi tujuan kami melainkan Siem Riep dengan obyek wisata Angkor Wat nya yang sudah masuk warisan budaya dunia. Ehh pagi itu ketemu kembali Smith dari Australia bersama Istrinya. Ternyata mereka masih menyisiri Mekong river untuk bermain air. Jadi mereka ini ketemu di Chu Chi tunnels half day tour. Entah kenapa dia baru dari Bali dan bercerita kurang menarik di Bali, dari ceritanya sihh tempat menginapnya salah pilih yakni di Sanur. Berbeda dengan peranakan kolombia yg sudah menjadi warga negara Australia sangat-sangat jatuh cinta dengan Bali. Jadi gue kalo jalan dan ketemu orang Luar, selalu berusaha menjadi Duta pariwisata agar mereka kembali ke Indonesia. Dan ini penting lhoo membuka pembicaraan apalagi hobbynya sama dalam dunia travelling. Mereka sangat welcome, apalagi loe menawarkan semacam permen, Rokok, kopi, akan membuat mereka mengingat negara kita tercinta walau dia tidak mengenal kita secara details.

Ketemu lagi di Vietnam_Ho Chi minh City

Ketemu lagi di Vietnam_Ho Chi minh City

How to Get Angkor wat – Cambodia from Saigon?

Untuk menuju Angkor Wat ini kita pertma kali harus melewati Perbatasan – Pnhom Phen – Phnom Penh – Mini van direct to Siem Riep –  Angkor Wat.

Jarak tempuh dari Saigon ke Phnom penh ± 7 – 8 jam itu pun jika Bus nya tidak ngetem di setiap agent Travel. Namun hari itu kami tidak beruntung sehingga di Phnom Phenh sudah ± 15:00 waktu setempat sementara dari Saigon pukul 08:00 pagi tepat.

Fyi harga Tiket dari Saigon ke Siem Riep Angkot wat  $19 siang hari dan malam beda lagi dengan sleeping Bus. Tapi loe mesti hati-hati ketika mengambil tiket dari Agent Travel. Jangan sampai loe tidak sampai di Angkor wat mengingat agent travellnya tidak mengantarkan anda dari phnom penh ke Siem Riep. Tanya Betul, jangan sampai ketipu dengan Agent yang tidak bertanggung jawab.

Angkor Wat; cambodia Border

Cambodia Border

Entah kenapa di perbatasan ini sangat tidak beraturan banget. Semua penumpang harus keluar dari Bus untuk mengecek Paspor. Untuk bebas Visa kayak indonesia sudah ada jalurnya di sebelah kanan bersama warga Vietnam ke Kamboja atau sebaliknya. Namun untuk orang eropa dan USA mereka melalu jalur kiri yang harus mengurus VOA alias Visa on Arrival. Seperti di samping gue ada dua orang dari UK mereka harus mengurus VOA sebelum lanjut ke Pnhom Penh.Setelah semua penumpang sudah beres, maka Bus akan berlanjut ke Pnhom Phen. disepanjang perjalanan tidak ada pemandangan yang menakjubkan. hanya beberapa pemukiman warga setempat.

Welcome to Pnhom Phen City

Sore itu kami sudah tiba di Perhentian Bus paling terakhir dari Saigon yang mana harus melanjutkan Bus ke Siem Riep dengan Min Van. Beberapa orang bercerita kalau ada Bus yang direct ke Siem Riep dengan bayaran yang lumayan lebih mahal. nah untuk menghindari biaya yang mahal ini, lebih baik nyambung dari Pnhom Phen. Selanjutnya adalah menunjukkan Tiket yang sudah kita beli agar diantar ke Agent travel yang baru untuk di antar hingga ke Siem Riep. oia, si Agent Travel yang baru sudah menunjuk Tuk Tuk untuk menjemput, jadi jangan takut kalau tiba-tiba si Tuk Tuk minta naik. yang perlu dilakukan komunikasikan terlebih dahulu dengan staff Bus Terakhir bahwa Tiket anda memang ke Siem Riep. Hmm… sepanjang jalan Pnhom penh gue mengamati ibukota ini yang super jauh dari Jakarta megahnya. Gedung bertingkat bisa di hitung Jari. Daily masyarakat disini juga sama kayak orang Vietnam yang mengendara Roda dua tidak pakai Helm dan amburadul dehh :D. Nihh buktinya!

Phnom phen Activity; cambodia

Phnom phen Activity

Tuh kan, Bonceng tiga dan gak pake Helm Pulak.

Jalanan dari Pnhom Pnhem ke Siem Riep Rusak!

Sesuai informasi yang gue baca bahwa kondisi jalanan dari Pnhom Penh ke Siem Riep sangat jelek dan banyak lobang-lobangnya. Benar saja seperti yang kami rasakan selama ± 8 jam. Namun semua terlewati ketika kami tiba di Siem Riep sekitar pukul 23:30 waktu Cambodia.

Perkenalan dengan Si Supir Tuk Tuk Muta penuh dengan Cerita 😀

Namun adegan heboh terjadi  malam itu. Mengapa? Ketika kami berhenti di Siem Riep sudah ada beberapa Supir  Tuk Tuk yang menghampiri kami. Dan satu orang supir tuktuk malah memajang nama gue dan memanggil kearah kami. Gue langsung bereaksi menolak dan bahkan mau menjauh. Maklum gue masih takut dengan scam disini. Sambil berusaha menghindar menuju kearah yang lebih terang, namun dia meyakinkan gue bahwa dia bukan gerombolan Scam. Dedy bingung juga melihat tingkah gue yang gak mau meladeni si Supir Tuk Tuk. namun akhirnya dia cerita kalo nama gue di dapat dari Agent Travel bus yang terakhir #biasalah kerjasama, entah itu mafia atau tidak yang pasti loe Harus Hati-hati#. dan diapun menawarkan untuk mengantarkan kami ke Hostel tempat kami menginap tanpa biaya. padahal biasanya orang membayar $4-$5 lhoo. saat itu juga deal sewa si Supir keliling Angkor Wat.Hostel yang kami tujupun sebenarnya belum kami booking sebelumnya hanya rekomendasi teman dan on the spot saja layaknya penginapan-penginapan kami sebelum-sebelumnya. Tentu modal gue hanya membawa nama Hostel dan Alamatnya saja. setelah mengobrol-ngobrol dengan sang Supir ternyata orangnya baik, hanya saja gue berlebihan diawal. Tapi lebih baik seperti itu biar loe gak dibodohin orang. Dulu katanya ada seperti itu, ketika namanya dipanggil-panggil dengan semangat si korban menghampiri dan meng “iya” kan tawaran si sopir TukTuk karena namanya sudah dipajang dan tahukah loe jika biayanya yang di minta $80, padahal dekat!!!. Nama si supir Tuktuk Muta sodara-sodara!. Jika mau tau kontaknya send me E-mail : ndo_firhot@yahoo.com.au. Sorry gue pengen tau seberapa orang yang baca blog ini bukan untuk ambil untung :D.

Ahaii… tiba di Hostel yang kami tuju, semua full booked namun masih ada satu lagi Hostel yang terkenal di Siem Riep, namanya the Backpacker Hostel. Setelah cek ruangannya akhirnya kami memilih disitu.

the Backpacker Hostel Siem Riep; Backpacker southeast

Tuh kamarnya Bagus!! the Backpacker Hostel Siem Riep.

the Backpacker Hostel Siem Riep

the Backpacker Hostel Siem Riep

Gue suka disini dan sangat recommended mengingat harganya yang murah yakni $14 permalam private Room dan lengkap Ac, TV Cabel serta hot water dan Kulkas. Untuk Dorm lupa harga permalamnya, cek di Webnya saja ya. Many people recommend this Hostel. Bisa loe cek statusnya di Tripadvisor. Lokasinya sangat dekat dengan Pup Street, Old Market Siem Riep, Night Market. Berhubung besoknya harus ke Siem Riep untuk menjelajahi Angkor Wat maka waktunya untuk ZZZzzzz  :D.

Pagi Hari di Siem Riep

pagi itu sebenarnya masih rada malas-malasan :D. Tetapi agenda sudah di set dengan Muta si sopir Tuktuk untuk keliling Angkor Wat dan Candi-candi yang lainnya. Sebelum kami ke Angkor Wat, pukul 09:00 kami ke Old market terlebih dahulu untuk mencari cendra mata, karena informasi dari teman yang sudah dari Siem Riep bahwa harga di pagi sangat murah dibanding di Siang Hari dan loe bisa tawar menawar. Untuk harganya juga jauh lebih murah di Banding Thailnad. Untuk kaos-kaos disana $2 – $3 USD sesuai pintar lo tawar menawar. Puas di Old Market kini saatnya ke Angkor Wat bersama si Muta untuk melihat keajaiban masa lampau ini.

Jadi harga yang kami bayar untuk Tuktuk perhari $15. Ini juga saran gue buat loe yang mau ke Siem Riep, jangan booking TukTuk di Hostel, harganya bisa $18 perhari, kan Lumayan $3.

How to get Angkor Wat from Siem Riep?

Dari pengamatan gue ada 3 cara, yakni :

  • Menggunakan Tuktuk (by Tuktuk)
  • Ikut Tour (Tour )
  • Dan Rent Sepeda $2-3 per Hari (bicycle)

Jujur kalo gue naik sepeda sepertinya cape euyy.. namun pelancong yang super ngirit memanfaatkan ini untuk mengirit biaya transportasi.

Angkor Wat

Biaya untuk masuk  ke Angkor Wat ada beberapa pilihan baik perhari, perminggu, maupun perbulan. Berikut harganya yang ada di dingding Angkor Wat :

Fees and number of days

  1. One day US$ 20
  2. Three days visit per one week validity US$ 40
  3. Seven days visit per one month validity US$ 60.

Oh iya, karena Semua candi-candi ini merupakan tempat bersejarah, maka semua pengunjung di wajibkan untuk scan muka. Dan tiket itu harus sesuai dengan pemegang karcis.

Pas Angkor wat; biaya tuktuk; tiket angkor wat

Pas Angkor wat. tuhh ada Foto Gue…:D

Sesuai price diatas yang mana satu Hari maka yang kami bayar $20 dan kami hanya mengunjungi beberapa Candi saja. jadi Angkor Wat ini sangat luas soda-sodara. Namun jika loe seorang ahli sejarah yang ingin mendalami Angkor Wat ini bisa anda pilihan tiket sesuai harga diatas. kamipun hanya mengunjungi 4 Candi : Angkor Wat, Angkor Thom gate, Ta Prohm, Phnom Bakheng.

Angkor Wat Temple.

Angkor Wat ; cambodia ; backpacker cambodia

Angkor Wat

Melihat dari luar saja suasan kerajaan dulu sudah berasa. Jika anda lihat di beberapa gambar mengenai Angkor Wat yang masih bagus, itu hanya editan saja. sekarang real Pic nya sesuai gambar diatas. ada beberapa yang akan lihat kebiasaan di lokasi ini, mulai dari jasa Guide, ada juga pengemis. Namun tidak perlu loe hiraukan hanya bilang “no, thanks sir!” sudah cukup. Berdasarkan pengalaman gue tidak perlu guide. Kecuali loe arkeolog yang memang lagi penelitian, perlu juga yang namanya guide. namun yang perlu diingat pintu masuk. Jangan sampe loe gak keluar-keluar dari sini, karena luasnya.

backpacker cambodia; angkor wat

Beraksi di Angkor Wat

Angkor Thom gate

Ada beberapa yang membedakan dari semua candi ini. berikut ini adalah beberapa gambar yang menjadi keunikan Candi ini.

Thom Gate Temple - Angkor Wat

Thom Gate Temple – Angkor Wat

Ta Prohm / Shooting Film Tomb Raider

Masih ingat film Tomb Raider yang dibintangi oleh artis papan atas Angelina Jolie? Disinilah Shooting itu dilakukan.

dan hingga saat ini lokasi ini jadi terkenal dengan candi Tomb Raider padahal nama candinya Ta Prohm. Keren Kan!.

Ta Prohm temple ; Tom Rider Temple Cambodia; angelina jolie Shooting tom rider

Ta Prohm / Tom Rider Temple Cambodia

Phnom Bakheng

Suasana di Candi yang terakhir ini sangat seru sodara-sodara. Mengingat disinilah semua orang berkumpul untuk mendapatkan the best Sunset. Karena lokasi ini berada diatas bukit jadi siap-siap saja untuk mendaki. Ingat yang penting ke Lokasi ini jangan pake Bikini. Jika tidak loe tidak akan diijinkan masuk kedalam.

Phnom Bakheng - Angkor Wat;angkor wat

Phnom Bakheng – Angkor Wat

Phnom Bakheng - Angkor Wat sunset

Phnom Bakheng – Angkor Wat sunset

Mengingat Sunsetnya lagi M, maka sunset kali ini tidak bulet hanya suasana keramaian saja yang ada disini. Semua orang sudah siap sedia untuk mengabadikan moment ini namun tidak berhasil :D. Mengingat sudah sore, kini saatnya kembali ke Hostel untuk menikmati Pup Street dan juga Market Night.

Pup Street and Market Night Siem Riep Cambodia so awesome.

Malam itu suara musik sudah terdengar di sepanjang jalan dan begitu banyak jajanan di tawarkan disini. Semakin malam semakin seru layaknya Khaosan Rd yang gue ulas sebelumnya di Bangkok – Thailand. Untuk kedua lokasi ini sangat berdekekatan jadi loe tinggal jalan Kaki saja tidak perlu menggunakan Tuk Tuk atau kendaraan lainnya.

Tips and Trick Trip Ke Bangkok-Thailand, Kamboja , Vietnam part three

Morning Saigon

Itulah Sapaan gue pagi itu ketika kita sudah punya rencana ke Museum Perang Vietnam (War Museum). Lokasi Museum perang ini tidak terlalu jauh dari Lokasi kami menginap. Selain ke Museum Perang siangnya kami akan half day tour Chu Chi Tunnels dan biasanya untuk tour ini bisa pagi hari dan siang hari.  tiba diMuseum perang Vietnam, sangat kaget melihat beberapa pesawat tempur bekas agresi militer Amerika pada masa perang Vietnam menyambut para pengunjung termasuk gue dan dedy.

Welcome to War Museum Vietnam

War Remmants Museum Vietnam

War Remmants Museum Vietnam

Untuk biaya masuk ke dalam VND 15.000 per orang. Oia, jika loe mau kesini disarankan agar datang sekitar jam 9 pagi atau jam 1 siang. Mengingat jam 12:00 waktu istirahat bagi petugas museum.

Salah satu peralatan tentara Amerika di Museum Perang Vistenam

Salah satu peralatan tentara Amerika di Museum Perang Vistenam

Merinding dan sedih membaca history masa kelam di Museum ini, dan gue sangat suka membaca satu persatu pajangan masa-masa agresi amerika terhadap Vietnam.

War Museum Vietnam

War Museum Vietnam

Museum war Vietnam

Museum war Vietnam

Setiap pajangan memiliki arti yang berbeda termasuk banyak negara yang mengecam hal ini. dan bahkan ada 4 mahasiswa amerika yang tewas di Amerika berdemo menyerukan Stop perang Vietnam. Tetapi waktu yang bisa memisahkan gue dengan bacaan-bacaan sejarah ini. namun yang pasti sejarah kelam ini membuat bangga terhadap warga Vietnam yang masih ada harapan dengan tersenyumnya mereka ketika perang sudah berakhir.

War Vietnam

Peace Vietnam

Hmm… ternyata beruntung sekali setelah membaca sejarah masa kelam dilanjutkan menyaksikan para tentara vietnam berjuang melawan tentara Amerika melalui tour Chu Chi Tunnels.

Ready for Chu chi Tunnels

Setelah booking transportasi $4,5 dan tiket masuk ke Chu Chi tunnels seharga VND 90.000 per orang, kini saatnya duduk santai di Bus pariwisata. Perjalanan dari Saigon ke Lokasi Chu Chi Tunnels ini sekitar ± 2 jam. Setelah tiba disana, langsung mulai eskplorer dengan pemandu wisata yang sudah kami pesan. Disini semua diceritakan mengenai bagaimana tentara Vietnam bersembunyi dari serangan Tentara Amerika pada masa-masa perang dahulu. Entah kenapa, gue sangat kagum melihat tentara Vietnam bisa membangun terowongan semacam itu mengingat ada beberapa baru yang di lobangi. Berikut gambar-gambar di Chu Chi Tunnels.

P1050886

chu chi tunnels vietnam

Tools tradisional melawan tentara Amerika

chu chi tunnels vietnam

Tools tradisional melawan tentara Amerika

Dan kami pun mencoba terowongan-terowongan yang sudah lama dibangun oleh tentara Vietnam. Berjalan saja dengan dengan cara jongkok sudah susah di Terowongan ini, apalagi berjam-jam siap siaga menjaga keamanan sekitar. Itulah yang kami rasakan bersama rekan-rekan di Bus pariwisata tadi. Dari semua itu, gue mengingat betul pesan pemandu wisata “Yang berlalu biarlah berlalu, mari menghadapi Dunia ini dengan tersenyum”.

 

 

Chu Chi Tunnel

Chu Chi Tunnel

Sekitar pukul 17:00 kami pun menyelesaikan Trip ini penuh dengan keceriaan yang dulunya menyeramkan. Thanks to our guide yang memberikan hiburan dengan candaan-candaan yang lucu yang selalu mengajak gue untuk menjajal daging hidup alias wanita malam di Saigon. Namun gue orang suci jadi sorry ya boss :D.

Last Day in Saigon
Malam itu merupakan malam terakhir bagi kami di Saigon namun beruntung juga karena kami ketemu juga dengan Dedy 1 dan Elis yang berkelana dari Cambodia. So, malam itu kami habiskan menikmati rintikan hujan dan gentayangan di jalanan :D. ZZZzzzz istirahat sebentar sebelum hijrah ke Kamboja.

Tips and Trick Trip Ke Bangkok-Thailand, Kamboja , Vietnam part two.

Pagi itu kami sudah siap-siap ke untuk take off ke Saigon. Terbayang sudah kota Saigon itu seperti apa. Yang pasti kalo gue berbicara soal Vietnam tentu tidak luput dari topik hangat carut marutnya transportasi disini, banyaknya Scam terutama sopir Taxi,sejarah kelam Bangsa ini dan tentu menikmati Mini Gurun pasir yakni Mui Ne.

Suara awak kabin pun keluar dengan bahasa Thailandnya itu pertanda bahwa kami sudah Landing dengan Selamat di Airpot Nat tha san Saigon.

Selama ini yang gue baca dari blog-blog teman-teman indonesia selalu menggunakan Taxi dengan nama Taxi Vinasum dari Bandara menuju pusat kota. Menurut gue Alangkah baiknya loe menggunakan Bus Bandara ke Pusat kota (Distric One). Kecuali loe tiba disana sekitar pukul 17:00 keatas yang mana lebih baik menggunakan Taxi. Tetapi kalo loe tiba dari jam 09:00 – 17 :00 waktu Vietnam lebih baik menggunakan Bus bandara. Hmm… harga tiketnya pun murah bung…! hanya VND5000 per orang. Ya lumayan kan hanya Rp 2500 loe sudah tiba di Kota Vietnam. Dari pada naik Taxi ± RP65000 – 85000an. Untuk nomor busnya 152.  Oia, untuk Bus ini beroperasi setiap se jam.

How to Get Bus 152 Airpot Nat tha san Saigon to Distric one?

Bus number 152 Airport Saigon vietnam

Bus number 152

Ohh ia, disini lucu untuk bayar ongkosnya, pertama loe ambil tiketnya disamping Sopir kemudian kasih duitnya. Jadi si sopir multifungsi sebagai kernet.Sekitar ± 35” tiba juga di Distric one yang merupakan basis para pelancong dunia. Seperti sebelumnya gue membahas mengenai tempat para pelancong di Thailand,di Vietnam juga ada tentunya.

Welcome to Saigon City

Tujuan kami berikutnya adalah Mui Ne si Gurun pasir mini yang sangat gue idam-idamkan sejak lama. Bayangkan saja sudah hampir satu tahun gue ngidam yang namanya Mui Ne. Menyedihkan sihh secara gue masih fokus Kuliah dan kerja-kerja cari Duit :D.

Hati-Hati Memilih Angkutan di Saigon atau Ho Chi minh City

Bus Statiom - Ho chi minh City

Bus Statiom – Ho chi minh City

Setelah turun dari Bus, orang lokal sudah sibuk menanyakan mau kemana, dan bisa dibantu atau tidak. Tetapi gue tetap cari aman ke kantor layanan bus saja untuk mendapatkan informasi Bus ke Mui Ni. Menurut si Ibu-ibu petugas yang terbata-bata bahasa inggrisnya agar pilih Bus No 19. Tetapi gue belum yakin dengan hal ini mengingat belum ada yang pernah membahas Bus atau angkutan umum ke Mui Ne. Curiga dengan jawaban petugas tadi, dan bertanya hampir 4 orang soal Mui Ne namun tidak  yang tau dan parahnya lagi tidak bisa English hanya senyum-senyum #emosi mulai dehh :D#. Yang terakhir ada cewek beneran bukan cewe jadi-jadian yang memberikan informasi jika ke Mui Ne harus menggunakan Travell karena sudah antra provinsi. Dan Range Harga Tiketnya juga dia tau. Tentu semangat mencari Agent Travell yang tidak jauh dari saya berdiri.  Tiba di agent travell yang pertama gue tanya mengenai jam berangkat ke Mu Nie, Harga dan tentu apakah Sleeping Bus or Seating Bus. Harga kedua Bus ini berbeda yang mana lebih mahal Sleeping Bus. Harga sekali jalannya VND(dong) 200.000 atau 10USD. Berhubung jam keberangkatannya masih lama, maka kami menghabiskan sisanya ke Katedral atau Gereja yang menjadi tujuan wisatawan dari berbagai dunia. Gue kurang tau berapa jauh jarak dari Tempat si agent Travel tadi ke Gereja Katedral yang pasti banyak yang belum pernah gue lihat sebelumnya. Contohnya:

1.Taman diPusat kota ini menjadi tempat orang-orang setiap pagi dan sore untuk olah raga dan sekedar Jalan-jalan santai. Eh… ada alat gym Mininya soda-sodara. Jika saja di Jakarta seperti ini #berharap kepada pak Ahok#.

Ho chi minh City

Taman di Vietnam dengan Olah Raga Mini

  1. Seperti yang gue bahas sebelum-sebelumya bahwa pengguna jalan disini sangat tidak beraturan. Ada yang memotong sembarangan dengan lawan arah, bla,,,bla…
Transportation Saigon

Jalanan Saigon

Saran kalo menyebrang disini, jangan menggunakan tangan untuk menghindar, jalan saja layaknya miss universe di stage dan pengendara motor pasti menghindar. Tapi lihat kiran dan kanan, terkadang di kiri sudah aman dari kanan muncul kendaraan :D.

Namun siang itu hujan pun turun dengan deras yang membuat kami berteduh sejenak disalah satu market. Ehh.. ternyata itu Bến Thành Market sodara-sodara. Jadi market ini sudah terkenal di Vietnam dan juga bagi traveller yang sudah ke Saigon. Sebenarnya market ini tidak jauh berbeda dengan Tanah abang, pasar Pagi di Jakarta. Namun karena pasar ini sudah terkenal jadi penasaran seperti apa didalamnya.

Ben than Market - Saigon

Ben than Market – Saigon

Setelah hujan reda dan kini saat nya ke Katedral. Tidak terasa tiba juga di Katedral. Posisi Gereja ini persis di Pinggir jalan. Pengen rasanya masuk kedalam, namun karena sedang ada kebaktian jadi gue hanya melihat dari Luar saja. sebenarnya jika dibandingkan dengan katedral jakarta masih bagusan Katedral Jakarta.

Katedral Vietnam

Katedral Vietnam

So, beruntunglah kita adanya Katedral jakarta sebagai gambarana Katedral di Vietnam ini. oia, lokasi ini sangat ramai dikunjungi oleh pelancong dari manca negara. Berhubung Waktu untuk Mu Nie sudah tiba kini kembali ke Agent Travel untuk bertolak ke Mu Nie.

How to Get Mui Ne from Saigon?

Ini banyak sekali pertanyaan yang masuk, seperti yang gue ulas sedikit diatas bahwa loe harus beli tiket Bus dahulu dari Agent Travell. Untuk Busnya ada yang Sleeping or seating Bus itu tergantung pilihan dan harga yang lo miliki. Namun patut dicoba yang sleeping Bus.

Sleeping Bus Vietnam, Cambodia

Sleeping Bus Saigon – Mui Ne

Ah… jika saja ada Bus ini di Indonesia sepertinya gue gak penasaran banget kali ya.

Berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah pernah ke Mui Ne jarak tempuh dari Saigon ± 7- 8 jam. Namun kali ini Bus yang kami tumpangi sedikit lama perjalanannya. Namun setelah dipikir-pikir pasti karena kondisi Malam sehingga sedikit pelan perjalanannya. Di Bus ini sendiri gue tidur nyenyak lhoo.. secara udah kayak tempat tidur dirumah saja rasanya. sepanjang jalan tidak ada aktivitas yang ramai gue perhatikan. Sesekali terlihat pemukiman penduduk namun orang-orang sudah tidak ada diluar.

Welcome to Mu Nie

Tidak terasa pada pukul 23:15 waktu setempat, akhirnya tiba juga di Mui Ne. Malam itu sedikit rame di pinggir jalan dengan santapan makan malam di pinggir pantai. Jadi malam itu baru gue tau ada kalau di pinggir jalan umum tersebut adalah Pantai.

Hostel for Backpacking in Mui Ne

Berhubung malam itu belum booking penginapan, maka gue sudah bilang sama dedy untuk menunggu pagi hari di Pinggir jalan saja. ya.. syukur-syukur restaurantnya hingga pagi. Sambil melirik kiri dan kanan jalanan yang sudah sepi dari lalu lalang kendaraan, akhirnya terlihat restaurant yang memajang tulisan “Rent For ROOM”. Tidak terbayang seperti apa ruangan yang akan dia sewakan. Si pelayan langsung menanyakan mau beli apa. Namun gue langsung bilang untuk cari penginapan murah untuk malam ini. si pelayan semangat 45 meyakinkan jika ruangannya bagus dan harganya juga murah $10 permalam. Dengan rasa penasaran dan rasa kantuk juga, akhirnya kita menuju room. Ternyata oh ternyata kamarnya bagus bangetttt… dengan dua tempat tidur, handuk, kulkas yang gak ada isinya, lemari, hot water, TV Cable, sandal, sabun, bla..bla.. udah kyk hotel bintang 3. Dan dia menawarkan untuk trip Gurun pasir dan Fairy Stream (Suoi Tien) dari pagi hingga siang seharga $6 per orang. Tanpa pikir panjang langsung ambil and its time to Sleept.

Hostel in Mui Ne, Backpacker Austria

Hostel in Mui Ne

Morning Mu nie and we’re ready for Sands (Red Sand, white Sand, pink Sand).

Pagi itu sekitar pukul 05:00si pemilik jeep sudah membangunkan kami dengan ketokan Pintu yang kencang untuk bangun dan siap-siap ke gurun pasir. Ehh gue berpikir Cuman kami berdua di dalam jeepnya, ternyata oh ternyata masih ada rekan-rekan dari Philipine, China, dan orang lokal.

Sepanjang jalan gue kaget melihat banyaknya hostel di sepanjang jalan ini. Hampir dua bulan mencari penginapan or hostel di Mui ne namun tidak ketemu by google. Adapun yang merekomendasikan “Hostel backpacker Austria”. Namun menurut gue tidak enak juga masa penginapan sama semua sihh?. Nah, makanya gue berbagi kali ini lebih details mengenai penginapan disana. intinya loe harus ketemu harus tiba di jalan Nguyễn Đình Chiểu yang mana loe akan menemukan banyak hostel disana.

Sunrise on Mui ne

Sunrise Mui ne

Sambil menikmati sunrise dengan jalur berlawanan dengan jeep yang kami gunakan. sekitar ± 30” perjalanan kini tiba saat di Gurun pasir yang gue idam-idamkan sejak tau adanya gurun Pasir di Vietnam.

Berikut hasil tangkapan kamera gue pada saat di Mui Ne.

View of Mui ne Vietnam, Mui ne Vietnam, white sand

View of Mui ne Vietnam


white sanda Mu Ne, Mui Ne vietnam

Mui Ne


White Sand Mui Ne

White Sand Mui Ne

Setalah puas di lokasi ini kini, lanjut ke Red Sand yang posisinya persis di jalanan umum. Menurut gue Gurun pasir pertama yang sangat menakjubkan dan juga luasnya berkali lipat dari Red Sand ini. jadi ceritanya ada beberapa warna pasir disini, sehingga di sebut red sand atau warna-warna yang lain.

Fairy Stream (Suoi Tien) olah raga atau main air sungai yang Merah.

Lokasi berikutnya yang akan kami kunjungi adalah steamly… jadi disini adanya aliran sungai yang membawa pasir-pasri berwarna tadi ke Hili sungai. Keindahan yang luar biasa ketika pagi menjelang siang itu ketika cuaca cerah dan suara-suara para pelancong menikmati indahnya aliran sungai.

Fairy straem Vietnam; Fairy straem - Mui Ne

Fairy straem


White Sand Mui Ne

Fairy Stream Vietnam

 

View Fairy straem

View Fairy straem

Tidak terasa hari sudah menjelang siang, dan kini saatnya ke Hostel berhubung sorenya kami akan kembali ke Saigon untuk melanjutkan trip Chu Chi Tunnels, Museum Perang Vietnam dan tentu hostel Peti Mayat. Peti mayat?, nanti gue bahas. Bye Mui ne, we’ll be missing you :).

Back to Saigon / Ho Chi Minh City.

Entah kenapa perjalanan yang dari Mu nie ke Saigon lebih cepat menurut gue. Kenapa?. Seperti yang gue ulas sebelumnya bahwa perjalanan malam membuat perjalanan sedikit lebih pelan dibandingkan perjalanan disiang hari. namun tetap saja jika sudah sore berangkat dari Mui ne akan tiba di saigon pada malam hari juga.

Kaiteki Hotel

Entah kenapa referensi teman gue yang baru dari sini membuat gue sedikit penasaran soal penginapan yang dikatakan model kapsul. Namun hingga saat itu belum terbayang seperti apa penginapan tsb.

Setelah tiba dengan selamat di Saigon, Hotel itulah yang menjadi tujuan kami. Setelah tiba di Hotel masih penasaran seperti apa dalamannya. Belum juga banyaknya peraturan dengan Sandal harus menggunakan Sandal Milik Hostel ketika menuju room. Namun pihak hotelnya pertama kali mengizinkan kita untuk melihat Tempat tidur kita. secara gue belum booking sodara-sodara, on the spot saja. jadi buata loe yang mau nginap disini jangan khawatir bahwa loe akan diperlihatkan tempat tidurnya. Pikiran gue pertama kali melihat ruangannya, jika kamar ini layaknya pengawet Mayat namun tentu tidak menyeramkan. Dengan AC yang lumayan dingin, masing –masing kamar ada yang bentuk Peti.

Jadi Hotel Keitkei ini sebenarnya sudah banyak di rekomendasikan para pelancong dunia. Namun karena gue baru dengar sedikit penasaran. Berhubung sudah malam dan sudah lumayan letih di Bus, kini saatnya ZZZZzzz