Trip Ujung Kulon part II

Morning Ujung Kulon….!! Itulah sapaan gue pagi itu ketika burung-burung bernyanyi dan tiupan angin kencang berasa dari lautan.

Sesuai Itinerary yang sudah kami susun, bahwa hari kedua ini adalah ke Cibom untuk tracking ke Tanjung layar. Tentu kemah harus dibawa kesana dan juga dipasang disana. Perjalanan dari Cidaon ke Cibom ditempuh dengan kapal sekitar ± 30 menit. Tetapi lo jangan beranggapan bahwa kapal disini kapal umum, kapal ini adalah kapal private yang sudah kami booking selama 3 hari. Dikarenakan Dermaga tidak ada, alhasil untuk menepi menggunakan kapal kecil (Kano yang digunakan oleh nelayan tradisional menangkap ikan.

Cibom, National Park

Menyebrang ke Cibom


Welcome to Cibom – Ujung Kulon
Pemandangan pertama di Cibom adalah adanya satu model padepokan yang sering lo liat ketika film laga indonesia berkuasa diTV lokal. Belum lagi tambahan adanya asap-asap yang menyambut kami :D.
Panginapan Cibom, Backpacking to Ujung kulon National park

Padepokan di Cibom


tapi tahukah anda jika pelancong dari Manca negara sudah tracking dari subuh.
Tracking Ujung Kulon national park, backpacking Natioanl part

Wisatawan tracking


Ready for Tracking
Menurut cerita dari chef kami, ujung Kulon ini merupakan tempat penelitian beberapa penelitian dari berbagai negara. Mengapa tidak, Ujung Kulon menyimpan berbagai kekayaan alam. mulai dari habitat Badak bercula satu, benteng yang dibangun pada saat penjajahan Belanda, dan masih banyak lagi jenis tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obyek penelitian para peneliti dunia. Tidak heran jika mendengar cerita si bapak tadi, banyak melakukan guide untuk orang luar negeri termasuk dari Eropa.
Setengah dari perjalanan yang sudah kami tempuh, kami menemukan akar pohon yang besar. Menurut gue, akar pohon bisa dikatakan sebagai iconik dari jenis-jenis akar diLokasi ini.
Tracking ujung kulon, backpacker national Park

Iconik Tracking Ujung Kulon National park


Sekitar ± 1 jam tibalah saatnya di Menara tinggi yang menyerupai BTS ala operator lokal. Dan ternyata menara ini digunakan sebagai pusat informasi untuk kapal-kapal yang memasuki perairan Indonesia. Entah signal apa yang dihasilkan ke Menteri Kelautan, yang pasti itu adalah fungsi menara tsb. Jika lo perhatikan gambar Menaranya 6 pos /lantai, yang berarti setiap lantai bisa duduk untuk menikmati pemandangan dibawah dengan tangga yang hanya bisa dilewati satu orang.
Lighthouse Ujung kulon national park, Menara Tanjung Layar, Tracking Ujung Kulon

Menara Tanjung Layar


Dari atas terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Karang di bawah yang konon dibangun sebuah menara pada masa penjajahan Belanda.
Tanjung Layar ujung Kulon, Ujung kulon National park, backpacker National park

View dari lantai I Tanjung Layar


Namun tahukah lo, kalo kaki gue sudah gemetar melihat pemandangan ke bawah. #fobia ketinggian#.
Tracking Ujung Kulon, Lighthouse Ujung Kulon National park

Mencoba ala professional, ala kaki gemeteran


Puas ambil gambar diatas, next ke Menara batu layar. Tetapi kali ini gagal, dikarenakan Hujan lebat sudah menanti saat itu. Bergegas ke kemah dan kembali menikmati pantai di Cibom. Karena hari masih sore masih panjang untuk menghabiskan sisa menjelang malam setelah hujan yang mengguyur Ujung Kulon ± 2jam.
Terumbu Karang Ujung Kulon, Diving Ujung Kulon, Ujung Kulon

Terumbu Karang Ujung kulon


Terumbu karang Ujung National park

Terumbu Karang yang masih hidup


Setiap kali gue ke pantai, entah kenapa terumbu karang menjadi incaran mata gue. Mungkin saja karena tarian ikan-ikan hias itulah yang menjadikan gue betah. Di Pantai Cibom ini, terlihat bebrapa terumbuh karang yang masih baru tumbuh.
Menikmati Ujung Kulon tidak ada habisnya. Jadi sempatkan diri lo jika tidak sensasi apa yang gue rasakan tidak akan lo rasakan dimana-mana. Tidak perlu ke Afrika untuk mencari tempat habitat yang eksotis, di Ujung Kulon bisa lo dapatkan.

Berhubung besok sudah harus back to Jakarta, kini saat nya istirahat menunggu penyebarangan pagi ke Taman Jaya. Bye-bye Ujung Kulon…

Tips ke Ujung Kulon :
1. Usahakan rombongan banyak, agar share cost lebih murah
2. Ongkos Naik Bus dari Jakarta – Serang Timur ± Rp. 24000- Rp 26000.
3. Perjalanan dari Serang Timur ke Taman Jaya memakan waktu ± 6 jam dengan jalanan rusak parah. Untuk itu pilihlah perjalanan malam agar bisa tidur didalam bus / angkot.
4. Jika anda naik Bus dari Jakarta or Tangerang, persiapkan dana tambahan yang mana Bus Penuh sehingga memilih Rent Mobil (Kondisi High Season).
5. Angkutan dari Serang Timur ke Taman Jaya sangat jarang untuk itu Rent Mobil dari Serang Timur ke Taman Jaya
6. Penginapan hanya ada di Pulau Peucang. Untuk itu booking jauh-jauh hari agar Tempat tersedia.
7. Ada dua jenis penginapan diPeucang, ada yang bentuk barak (tanpa ada kamar dan muat ± 15 orang). Ada yang berbentuk kamar, namun harganya Mahal.
8. Kapal penyebrangan ke Ujung Kulon harus di Booking jauh-jauh hari. Dan setau gue, sistemnya sewa perhari. Jadi semakin banyak rombongan lo, semakin murah biayanya.
9. Bawalah alat snorkeling anda jika anda ke Ujung Kulon.

Advertisements
This entry was posted in Umum.

22 comments on “Trip Ujung Kulon part II

  1. andrew says:

    pak, kalau seandainya rombongan bagaimn kesananya? kami dr orgnisasi pak…

    • Halo pak andrew,

      malah lebih murah kesananya. jatohnya shaing cost ya pak. tinggal sewa kapal kok, yang pasti busnya dipastikan dulu dari serang ke Taman jaya. baru sewa kapal dehh pak. semoga bisa membantu.

  2. rekha says:

    haii..
    kemarin sewa kapal berapa ya perhari? kalau ga keberatan boleh bagi kontak person?
    thanks

  3. Hi Nandito. I know it’s been ages (we’ve been without internet for a while), but thanks for visiting our blog, and for the ‘like’ on the post about Cusco.
    Looks like you’re enjoying yourself!
    Cheers, Alison

  4. Yan-Kiki says:

    love it!! serasa abis ke ujung kulon baca blog lu brader

  5. chris13jkt says:

    Menarik juga. Jadi pengen jalan-jalan kesana nih 🙂

  6. sejuk tempatnya. indah jadi ingin berkunjung kesana..
    terimakasih postingannya

  7. Ito itu terumbu karangnya airnya cetek ya? Atau potret dalam air? Bagus sekali jelas terlihat. Ga ada tempat penyewaan snorkel?.

  8. jadi nyesel dulu gag berangkat ke ujung kulon..

    gara-gara ada kerjaan 😦

    huffft.. emang mupeng banget liat fotonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s