Tips and Trick Trip Ke Phuket-Thailand Via Kaula Lumpur part 2

Bus yang kami tumpangi adalah Bus Sri Maju yang sangat banyak di gunakan oleh pelancong ke Hat Yai, Thailand dari KL. Untuk Harga Tiket 50 RM untuk malam hari dan pagi hari 45 RM. Waktu yang di tempuh adalah ±7 Jam untuk tiba di Hat Yai. Menjelang perbatasan tepatnya di Bukit kayu hitam semua penumpang keluar untuk melakukan pengecekan data Imigrasi dari KL ke Thailand. Menurut gue sih tidak terlalu ketat ya. kebetulan teman gue ada yang pertama kali ke Luar Negeri di tanya “mau ngapain ke sini”. Ya.. jadi tidak seketat di negara Eropa sesuai informasi teman yang pernah ke sana.

Perbatasan Bukit Kayu Hitam

Perbatasan Bukit Kayu Hitam

Welcome Thailand
Morning Thailand…. itulah sapaan gue dari balik dalam Bus menyambut pagi di Thailand. Suasana Thailand mulai terasa ketika Tulisan kayak Ular berjejer di semua Iklan di sepanjang Jalan. Oh.. no…. tak paham gue arti tulisan itu. Mungkin hanya bisa nebak ketika ada gambar yang di pajang. Coba kalo seandainya tidak ada gambar, gak mudeng artinya. Berhubung kita tidak berhenti di Terminal Bus Hat Yai di karenakan ada hal lain maka kita berhenti di loket bus Srimaju. Jika gue perhatikan jarak antara Loket Bus Srimaju tadi dengan Terminal Bus umum di tempuh dengan jarak ±5” menggunakan Tuk tuk. Jika lo suka jalan Kaki, tidak terlalu jauh kok. Pagi-pagi sudah terjadi Kejadian aneh dan kekacauan ketika kita menaiki Tuk Tuk ke Terminal Bus untuk melanjutkan perjalanan ke Phuket. di karenakan orang disana tidak bisa bahasa Inggris dan kita tidak bisa bahasa Thailand ketemu deh orang Error :D. Permintaan kita harusnya ke Terminal Bus kenyataannya di antar ke Terminal Stasiun Kereta Api kebetulan juga Terminal Bus dan Stasiun Kereta Api masih dalam satu Wilayah. Parahnya lagi si sopir tuk tuk tidak bisa baca huruf kapital harus bahasa Ular-ular itu lho.oh…. no………! dan orang sekitar juga begitu.

Raiway station Hat yai

Raiway station Hat yai


Jujur gue sudah gondok banget. “hei..Sir i wanna going to Bus station, not Railway station!!!” *nada naikin 3 oktaf kali ya :D*. Tetap aja dia gak ngerti bahasa gue!!! Teman-teman yang lain juga ngomong gitu tetap aja gak ngerti. Inisiatif gue adalah menanyakan ke security stasiun Kereta. Ehh… lagi-lagi gue di lempar ke petugas tiket. Ya lumayanlah bisa bahasa inggris sedikit. jawabannya adalah Lokasi gue and Friends saat itu sudah semakin jauh dari terminal. Finally dari pada pusing-pusing muter-muter, kita pilih Mini Van ke Phuket. Untuk harganya THB 350 per orang. Sebenarnya harga Bus dengan Mini Van beda THB 500. Untuk Bus THB 400-500 tergantung kelasnya. Bedanya adalah lebih besar dan lebih nyaman jika di Bus. Sepanjang perjalanan ke Phuket hanya bisa melirik ke luar Mini van dengan pemandangan Hutan dan sekali-kali terlihat pemukiman penduduk. jalan yang di lewati masih mulus bahkan tidak ada celah.

Welcome Phuket

Sekitar pukul 16:00an tiba lah saatnya di Phuket Town. Tidak terbayangkan yang tadinya cuman kelihatan gunung, Hutan dan pemukiman penduduk yang masih bisa di hitung jari, akhirnya tiba juga di Kota yang besar yakni Phuket town. Tujuan utama kami adalah penginapan yang sudah gue booking tanpa DP sekitar 2 minggu sebelum hari H tepatnya di Patong. Untuk menuju Patong ini, kita harus menggunakan Local Bus.hmm…. mirip sih dengan Bus Metro mini di Jakarta. Namun bedanya bersih, ada Kipas Angin, dan tanpa pengamen.

Local Bus

Local Bus


Sekitar 20 menit tiba saat nya di Patong.
Patong Beach

Patong Beach


Sekitar ±15” bertanya sana-sini mengenai lokasi penginapan yang sudah gue booking, finally we got it. Di karenakan sudah lumayan lelah mulai dari perjalanan darat yang kita tempuh selama satu harian, kita istirahat sejenak. Lumayan juga pengaruh Low Season kali ini, jadi tidak terlalu crowded. Informasi yang gue dapatkan jika high Season terlihat crowded lho!.

Plan kita malam itu langsung nonton Simon cabaret sesuai itinerary. Namun di karenakan lain hal, acara tersebut batal akhirnya berkeliling di Jungceylon mol untuk membandingkan dengan apa yang sudah pernah kita lihat di Indonesia. Oia, gue selalu mengusakahan hal ini agar gue bisa tau apa saja yang beda.

Jungceylon mall

Jungceylon mall


Namun setelah tiba disana, i think nothing special. Ya.. layaknya mol-mol besar di indoesnesia. Hanya saja pengunjungnya saja di kuasai muka-muka Barat. Sambil mencari makan malam yang bisa di makan oleh teman-teman gue yang muslim, kita melihat salah satu agent travell persis di patong. Rd. Namanya PATONG TIGER TRAVEL atau Tour Information tour. Setelah nanya-nanya, bisa di katakan agent travel ini adalah agent yang murah dari semua agent yang pernah gue searching sebelum berangkat ke Phuket. Wow, harganya lumayan beda THB 100-300. Lumayan dong buat pejalan-jalan murah seperti gue.
Harga yang gue dapet adalah :
Tour Phi2 :THB 1000 menggunkan Speedboat bukan kapal besar. Normailnya 1100-1500.
Simon cabaret : THB 500 VIP. Normalnya THB 550-700. Lo bisa cek di situs Simon nya deh.
Tour James Island : THB 900.
Semua di antar jemput dari Hotel/penginapan yang lain.

Melihat price list diatas, teman-teman gue langsung bereaksi untuk cancel trip Phi2 Island yang sudah gue booking dari Indonesia seharga THB 1100 per orang. Dan tahukah lo kalau itu adalah masalah besar buat gue saat itu. Sampe-sampe berantem. Jujur gue pribadi tidak menghendaki kata-kata “Cancel” tadi. Namun karena kita ada 6 orang dan ada 6 pemikiran saat itu, muncullah kata-kata “cancel”. Pertama ketakutan gue adalah gue ini pendatang dari negari lain dan pasti merusak citra Negara kita dong. Kebetulan Penginapan gue juga sudah di survey oleh agent travel yang sudah gue booking sebelumnya untuk di jemput besok harinya. Namun akhirnya gue ngomong ke teman gue untuk tetap menggunakan agent travel yang sudah gue booking. Pelajaran yang gue petik di Negara Thailand ini adalah : Jangan ingkari Janji walaupun janji tersebut hanya lisan. Bisa lo bayangkan di negara kita, bisa saja yang sudah di booking dengan DP di batalkan dan minta uang DP pula :D. Finally we’re just booking Simon Cabaret show seharga THB 500.*arghhh… lupakan masalah itu, kok jadi Curhat :D*

saatnya mencari makan malam yang tertunda. Masalah muncul lagi ketika salah satu teman dari kita tidak bisa makan makanan walaupun sudah ada Tulisan “Halal”nya. Tapi menurut gue pribadi hal ini berlebihan sekali. Untuk urusan makanan gue sudah serahkan sepenuhnya ke teman-teman yang lain agar milih makanan yang mereka anggap halal. Yang lain juga tidak bermasalah, yang penting ada tulisan Halal. Tetapi salah satu dari rombongan gue ini berlebihan menurut gue. Makanan produk Amerika (KFC,AW. MC D) sangat tidak bisa dimakan. Padahal yang masak bukan orang Amerika lhoo :D. Oh.. God, gue tidak bisa marah waktu itu dan teman gue hanya bisa geleng-geleng kepala dengan muka kesal. Akhirnya kita makan di restoran yang lumayan mahal untuk ukuran kantong gue. Untuk ber enam di habiskan TBH 1900an sekali makan. Oh.. tidak……!! harga itukan harga makan gue selama disana :D?. Namun demi kebaikan bersama, ya…. di terima juga. *pesan orang bijak, harga makanan yang mahal tidak boleh di complain agar menjadi kesehatan tubuh :D*.
Hualahhh……. dengan berbagai masalah-masalah yang muncul akhirnya ZZZzzzz berharap besoknya tidak terjadi masalah.

Tour Phi-Phi Island
Pagi itu terlihat cuaca sangat bersahabat dan cerah, gue melirik keluar sudah banyak wanita-wanita baru pulang dari clubs pagi itu. Ya… itulah dunia Phuket penuh dengan berbagai karakter dan penuh dengan budaya yang tidak pernah gue saksikan sebelumnya. Prepare and it’s time Tour phi2 Island. Waktu yang di tempuh ke Dermaga sekitar ±25” dari Patong.
Briefing dan kini saatnya menuju Ma Ya bay Island untuk melihat pesona alam Phuket. Oh.. my God… setelah tiba di 1st Destination, crowded. Mau ambil gambar juga susah. Namun pesona gunung-gunung di sekitar sangat menakjubkan. Mungkin itulah yang menjadikan phi 2 sangat menarik di mata wisatawan.

Ma ya Bay beach

Ma ya Bay beach


Ma ya Bay Beach, Bergaya dikit.

Ma ya Bay Beach, Bergaya dikit.


Ma ya Bay Beach

Ma ya Bay Beach


Sekitar ±30”an di Lokasi ini, di lanjutkan ke cave Island dan monkey Beach.
cave Island

cave Island


Nih, monkey b'gantungan di atas Pohon. untung gak jatoh - Monkey Beach

Nih, monkey b’gantungan di atas Pohon. untung gak jatoh – Monkey Beach


Tetapi hanya bisa menyaksikan dan tidak turun di lokasi ini.

Menurut gue tour kali ini sangat cepat banget. belum puas menikmati yang lain, sudah harus di lanjutkan ke Destination yang lain L. Dan bukan hanya speed boat rombongan gue yang seperti itu yang lain juga. Kecuali private tour dengan budget yang sangat mahal. Dan biasanya di lakukan pemilik dana besar.
Well, it’s time to Snorkle. Oh.. God, snorkle kali ini kurang memuaskan di banding snorkle di Karimun Jawa yang sudah pernah gue kunjungi. Terlihat airnya sudah mulai keruh akibat banyaknya Speed boot yang melintas. Apapun itu yang pasti tidak mengurangi semangat untuk mencari spot-spot yang lebih banyak di kelilingi ikan-ikan. Ikan-ikan di laut itulah yang menjadikan semangat untuk betah di dalam air. Hingga akhirnya makan siang di Tonsai bay.

Tempat Santai Tonsai Bay

Tempat Santai Tonsai Bay


Lunch Tonsai Bay

Lunch Tonsai Bay


Foto Keluarga : Abdul, Arathi, Vitya, and gue.

Foto Keluarga : Abdul, Arathi, Vitya, and gue.


Last destination adalah khai nok Island. Terasa jelas pemandangan kiri dan kanan penuh dengan muka barat dan sangat seru waktu itu ketika one day trip bisa bersama dengan pelancong dari beberapa negara. Tetapi sedikit mengagetkan ketika mereka hanya mengetahui Bali saja. Jakarta, Raja Ampat, Derawan, lombok, Komodo Island belum familiar di telinga mereka. Saatnya memberikan informasi details mengenai objek wisata tersebut, ya.. berharap one day akan mereka kunjungi.
Khai nok Island

Khai nok Island


View Khai nok Island

View Khai nok Island


with Vitya, Lupo and Tanya

with Vitya, Lupo and Tanya


Setelah puas dengan Phi-phi Island, saat nya ke pertunjukan lady boy alias Simon Cabaret show. Dalam sehari ada dua kali pertujukan. Namun kami pilih pukul 19:00. Menurut gue, Thailand sangat bagus mendesain pertujukan ini menjadi industri pariwisata. Jika di pikir secara kasat mata, apa bedanya sih sama banci-banci yang berkeliaran di Indonesia?. Namun itulah negara Thailand, menghargai Gender ke-3 dan menjadikan pertunjukan yang wow. Desin studio pertujukannya pun sangat luar biasa. Pergantian dari pertujukan pertama ke pertunjukan ke berikutnya tidak ada celah. Kecepatan pergantian pemain operanya pun sangat cepat serta properti yang di gunakanpun sangat glamor. Perlu lo ketahui, selama pertunjukan tidak boleh mengambil gambar, recording dan semua alat komunikasi yang lain tidak boleh di nyalakan. Menurut gue hal ini dilakukan agar dokumentasi dari acara tsb tidak tersebar kemana-mana. Wow… pertunjukan pertama mangambil kebudayaan Thailand. Pemeran lady boynya sangat cantik-cantik. Masih terngiang di ingatan gue kalo salah satu pemerannya mirip Sandra Dewi, alisnya, warna Kulitnya, cara jalannya, langsingnya… !@#$#$%^%^&& *lo bayangin deh :D*. Yang pasti semua sudah tidak kelihatan gaya ke laki-lakiannya. Di bantu dengan make up yang mempesona menjadikan mereka layaknya artis papan atas Dunia.
Tampak Luar Simon Cabaret

Tampak Luar Simon Cabaret


Sekitar 1,5 jam pertunjukan tersebut, saatnya para pemeran keluar dan menunggu foto bareng dengan para penonton. Bayarannya pun berkisar dari THB40-THB200 per sekali Foto. Mungkin itulah uang masukan mereka sehabis perform. Jadi jangan kaget jika di luar rame dan seru melihat aksi para lady boy menarik orang untuk berfoto ria.
Maaf, bukan Lady Boy ya...!

Maaf, bukan Lady Boy ya…!


Inilah para Pemeran simon Cabaret yang terlihat bak Artis papan Pintu :
Pemeran Simon Cabaret. Lady Boy.

Pemeran Simon Cabaret. Lady Boy.


Pemeran Simon Cabaret. Lady Boy.

Pemeran Simon Cabaret. Lady Boy.


Cantik-cantik bukan?

Cantik-cantik bukan?

Last day in Phuket
Pagi itu kami langsung melanjutkan perjalanan meninggalkan Patong untuk mencari suasana baru di Phuket Town. Alasannya adalah untuk mendekatkan penginapan ke destination city Explorer. Yes….. destination berikutnya adalah Wat Chalong, city ecplore Phuket Twon dan Patung Budha.
1. Wat Chalong
Perjalanan dari Phuket town ke Lokasi ini sekitar 20” menggunakan kendaraan Roda dua. dan kamipun menggunakan armada tsb untuk mencapai Lokasi. Tidak lah susah mencapai lokasi ini dikarenakan sudah familiar di kalangan masyarakat umum. Untuk masuk ke dalam Lokasi ini tidak bayar alias free.

Wat Chalong - Phuket

Wat Chalong – Phuket


Kayak orang suci kali ini :D.

Kayak orang suci kali ini :D.


Di Wat Chalong

Di Wat Chalong


2. Patung Budha
Saran gue jika lo ke lokasi ini harus mengecek terlebih dahulu rem kendaraan yang lo gunakan. di karenakan tanjakan yang tajam dan berkelok-kelok. Kalo di bandingkan dengan Bali, persis sekali ketika lo menuju Uluwatu yang menanjak tajam. Saat ini kondisinya masih dalam tahap renovasi sehingga mengganggu pemandangan ke patung Budah tersebut, dan tidak di kenakan biaya.
Berhubung kami kesana sudah sore maka tidak terlihat jelas apa yang ada di sekeliling lokasi tersebut. Namun sempat gue perhatikan jika view dari lokasinya sangat bagus dengan pemandangan rumah-rumah warga di bawah.
Patung Budha -  Phuket

Patung Budha – Phuket


Ada keuntungan yang gue dapat kali ini, yakni sunset. Wow… warna langit nan orange ke api-apian mengingatkan Tanah Lot Bali.
Sunset Di patung Budha Thailand

Sunset Di patung Budha Thailand


Malam kali ini adalah malam terakhir untuk kembali ke KL dan melanjutkna penerbangan ke Jakarta. Banyak pengalaman yang gue dapatkan trip kali ini. Namun gue masih tetap mencintai Indonesia yang lebih kaya budaya di bandingkan Thailand. Bye Phuket-Thailand.

Tips and Trik ke Phuket- Thailand :
1. Booking tiket jauh hari sebelum hari keberangkatan dengan penerbangan Direct ke Phuket atau ke Bangkok.
2. Carilah Low Season untuk mendapatkan penginapan dan kebutuhan lainnya.
3. Berhati-hati jika ada booking sesuatu. Walaupun itu tidak bayar, mereka sangat mengingat apa janji kita.
4. Makanan di Thailand tidak jauh dari Daging B2. Jadi jika lo memang tidak percaya bahwa makanan itu adalah halal, Mending jangan pergi Ke Thailand *pengalaman pribadi dengan dengan Teman :D*.
5. Pelajarilah sedikit-sedikit Bahasa Thailand untuk mempermudah apa yang lo inginkan.
6. Untuk mencari Agent Travel yg lumayan Murah, berjalanlah di Daerah Rd. Patong. Bandingkan seperti harga yang gue jelaskan diatas tadi.
7. Jika waktu dan budget lo pas-pas an, alangkah baiknya perjalanan dart di lakukan one way saja. Sebaliknya pilih jalur udara untuk menghemat waktu yang ada.
8. Semoga bermanfaat

Advertisements

Tips and Trick Trip Ke Phuket-Thailand Via Kaula Lumpur part 1

Kuala Lumpur, Malaysia
Pesawat yang kami tumpangi Landing Pukul 10:30 di LCCT Kuala Lumpur, Malaysia. Trip kali ini bersama 5 orang lainya. Lumayan juga mengumpulkan orang-orang yang belum kenal, dan mengharuskan mengambil keputusan dengan cepat setiap ada perubahan ketika terjadi problem. Namun apapun Goal kita adalah Travelling, pasti semua bisa teratasi. Apapun itu pasti bisa.

Tujuan kami adalah ke Phuket-Thailand melalui jalur darat dari Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Langkah pertama yang kami lakukan untuk mendapatkan Tiket Bus ke Hat Yai adalah booking Tiket Bus di Terminal Puduraya KL tepatnya di gedung UTC. Untuk menuju terminal Puduraya dari LCCT bisa menggunakan Star shuttle dengan biaya 8RM. Perlu lo perhatikan jika baru pertama kali ke KL, untuk menggunakan BUS ini harus beli tiket terlebih dulu. tiketnya beli persis di pintu Bus yang akan berangkat ke Puduraya, KL Sentral, dll,,.

UTC Building - Kula Lumpur

UTC Building – Kula Lumpur

Well berhubung kita melakukan jalan malam ke Hat Yai dan tiket Bus ke Hat Yai sudah di tangan, saatnya menghabiskan waktu di KL dengan objek wisata menarik yang deket dengan Puduraya. Alasan gue and Friends milih perjalanan malam agar bisa tiba di Hat Yai pagi hari. Jika Lo ambil Bus siang hari dari KL maka lo akan sampe di Hat Yai malam hari. Dengan ini lo akan menginap lagi di Hat Yai. So,saran gue jika lo mau ke Phuket via darat lakukanlah perjalanan malam ke Hat Yai. Menunggu keberangkatan yang masih lama, saatnya mengunjungi tempat wisata terdekat.
• Batu Caves
Batu Caves merupakan tempat bukit Kapur yang di gunakan oleh teman-teman yang beragama Hindu untuk sembahyang. Lokasi ini bisa di tempuh dengan transportasi komuter KTM (modelnya seperti Kereta api menurut gue). Perjalanan di tempuh dengan waktu sekitar kurang lebih 20”. Pintu masuk ke Lokasi ini sangat berasa Nuansa Indianya. Salah satunya ada beberapa pedagang yang menjual dagangannya di pintu Gerbang masuk. Dagangannyapun asesoris India.

Batu Caves

Batu Caves


Lokasi Batu Caves

Lokasi Batu Caves


Batu Caves

Batu Caves


10 meter dari pintu masuk kita akan menemukan banyak monkey berkeliaran. Gue bingung betul dari mana monkey-monkey itu turun. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba monkey ngejar lo karna dia minta makanan. Melanjutkan perjalanan sekitar 100M ke dalam, hmm… Burung-burung merpati serta Patung Murugan berlapis emas. Entah itu Emas murni atau tidak, gue kurang paham.
Lokasi Batu Caves dan Burung-burung Merpati

Lokasi Batu Caves dan Burung-burung Merpati


Di belakang Patung Murugan sudah terlihat Gua Yanamara dengan jumlah anak tangga ke atas mencapai 272 anak Tangga.hmm… lumayan pegel jika lo tidak pernah naik gunung atau lo tidak pernah olah raga jalan kaki.
Anak Tangga Batu Caves

Anak Tangga Batu Caves


Di pintu gue di sambut juga dengan pedagang yang menjual dagangannya seperti asesoris Hindu.
Gua Caves

Gua Caves


Dalam Gua Batu Caves

Dalam Gua Batu Caves


Sekitar 20” an berada dalam gua, kini saatnya beranjak dan melanjutkan perjalanan ke Icon KL yakni Twin Building. Untuk mencapai Lokasi ini kami menggunakan transportasi LRT. Jika gue Bandingkan dengan Singapore sama dengan transportasi MRT. Di Lokasi Twin Building ini banyak sekali orang melakukan istirahat dan ngobrol antara satu dengan yang lain.

• Menara Petronas
Berhubung sudah malam, kini saat nya kembali ke Puduraya untuk melanjutkan perjalanan Bus ke Hat Yai.

Menara Petronas-Kula Lumpur

Menara Petronas-Kula Lumpur


Maaf Viewnya kurang bagus :)

Menara Kembar Kuala Lumpur