Trip Ke Dieng Dengan Sahabat

Hi..hi..hi.. sekarang sudah Bulan maret 2013, dan itu tandanya selama tiga bulan di tahun 2013 ini, gue tidak melakukan travelling. Menyedihkan sekali apabila di bandingkan dengan teman-teman yang hobby Travelling yang sudah menjelajah beberapa destination. Itulah resiko dari semua Kuliah dan juga kerjaan yang gue hadapi. Biar bagaimanapun semua kudu di jalankan dengan baik. Sorry bukan Curcol ya.. :D. Namun bulan Maret ini gue sempatkan untuk melakukan travelling ke daerah Jawa Tengah yakni Dieng.

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (“Dieng Wetan”), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah. Sumber :Wikipedia.org

Kali ini trip gue akan bersama sahabat kampus yang masuk kategori orang super duper busy, rada juga dan sangat susah melakukan trip. Di tambah satu lagi dari Salah satu Forum pejalan-jalan murah. So, trip kali ini akan di temani oleh Riffan alias Bule karena mukanya mirip bule emang. Ivan alias Ivan Idol yang gagal mulu di Idol. Dan satu lagi Firdaus alias Daus namanya gue bikin sendiri :D.

Menurut perhitungan gue Perjalanan dari jakarta Menuju Dieng hampir ±15 jam. Sebenarnya tidak akan selama itu apabila perjalan lancar tanpa hambatan. sekitar pukul 9:00 pagi tibalah saatnya menginjakkan kaki di wonosobo. Hm….. sudah berasa jika daerah ini masih segar dengan berbagai tanaman di lereng gunung yang sudah mulai terlihat di pemandangan nan jauh. Sambil mencari angkutan menuju Dieng gue and Friends menyempatkan mengambil beberapa dokumentasi di Wonosobo.

Gambar : Wonosobo

Gambar : Wonosobo

Angkutan untuk menuju Dieng haruslah memiliki mesin yang handal untuk melawan tanjakan yang sangat panjang. Begitu juga kepada para pemilik mobil pribadi harus memiliki mesin mobil yang handal. Karena Dieng adalah Daratan tinggi maka rata-rata jalannnya tanjakan. Hijaunya tanaman di sisi kiri dan kanan adalah pemandangan yang kami lihat dan Dinginnya suasana pagi adalah yang kami rasakan pagi itu. Sekitar pukul 11:00 akhirnya tiba di Dieng.

Untuk mencari penginapan di Dieng bukanlah hal yang susah. Karena persis di pertigaan Dieng sudah terlihat penginapan bu Djono yang sudah di rekomendasikan oleh beberapa pelancong dari berbagai negara. Model penginapannya seperti Hostel ala Lu Hal itulah yang membuat gue ingin merasakan bermalam disana. buat gue menjadi suatu paket yang sangat komplit apabila menginap di bu Djono, menikmati Mie Ongklok asli daerah Wonosobo, melihat Telaga warna, dan tentunya objek wisata yang lain. Karena banyaknya pelancong di penginapan Bu Djono tadi, alhasil kami harus menunggu 2 jam an untuk check in.

Membuang waktu yang sangat singkat menurut gue and friends adalah hal yang senseless, so saatnya mengunjungi lokasi pertama yakni Candi Hindu. Candi Hindu tidak terlalu jauh dari Jalan Raya dieng. Dan kami pun menyusuri dengan jalan kaki. tak henti-hentinya gue merasakan ke kaguman Hijaunya tanaman para masyarakat setempat. Udara sejuk membuat perjalanan tidak terasa.

Gambar : Lokasi Candi Hindu

Gambar : Lokasi Candi Hindu

 

Gambar : Candi Gatot Kaca

Gambar : Candi Gatot Kaca

 

Gambar : Kawah Sikidang

Gambar : Kawah Sikidang

 

Gambar : Pertanian Masyarakat Dieng

Gambar : Pertanian Masyarakat Dieng

Tidak terasa waktu sudah menujukkan pukul 16:00, saat nya check in ke penginapan Bu Djono dan melakukan istirahat sejenak sebelum makan malam. Namun menjelang malam hari serta Gerimis yang tidak di undang membuat tubuh semakin menggigil kedinginan :D. Saran gue sih jika lo ke Dieng jangan lupa mempersiapkan jaket tebal menghadapi Dinginnya cuaca.

Sebelum tidur malam ada yang menarik kali ini yakni, gue and friends ngobrol panjang dengan mas Receptionist penginapan Bu Djono. Senang sekali berbagi dengan beliau mengenai Dieng dan juga mengenai pengalaman beliau selama mengenal beberapa tourist manca negara. Dan yang pasti orangnya lucu dan menggemaskan *bukan boneka lho*. Dari obrolan tersebut membuat suasana trip kali ini sangat menyenangkan. Tertawa hingga jam 12 malam adalah sesuatu yang aneh dan baru pertama kali juga gue alami dalam lingkungan trip Destination.

Gambar : Bersama Mas Dwi

Gambar : Bersama Mas Dwi

Last Day In Dieng
Pagi sekitar pukul 04:00 gue and friends segera bergegas ke Gunung Cikunir untuk mengejar Sunrise. Seperti yang sudah di jelaskan oleh pelancong yang sudah pernah ke Dieng tidak tepat rasanya apabila tidak memasukkan list lokasi kunjungan lo ke Gunung Cikunir. Kabut pagi bukanlah penghalang bagi kami untuk menuju Gunung Cikunir. Embun yang tebal membuat rambut jadi basah.
Setibanya di gunung di kaki Cikunir kami malanjutkan bersama pelancong yang lain untuk melakukan pendakian ke puncak gunung. Waktu yang di tempuh sekitar 45 Menit untuk tiba ke Puncak gunung. Namun ternyata kali ini bukanlah hari yang menguntungkan buat gue and pelancong yang lain untuk mendapatkan the best view Sunrise Cikunir. Hmm…hal inidi karenakan gerimis yang sempat turun pada malam hari dan berdampak pada cuaca di pagi hari.

Gambar : Gunung Cikunir

Gambar : Gunung Cikunir

 

Gambar : Gue........:D

Gambar : Gue……..:D

 

Gambar : Gue, Rifan, Rio, Daus

Gambar : Gue, Rifan, Rio, Daus

Last Destination in Telaga Warna
Sekitar pukul 09:00 gue and Friends melanjutkan kunjungan terakhir ke Telaga Warna. Lokasi Telaga warna ini sendiri sangat dekat dengan Jalan Raya Dieng *lupa nama jalan rayanya :D*.

Gambar : View Telaga Warna

Gambar : View Telaga Warna

 

Gambar : Lokasi Gua di Telaga Warna

Gambar : Lokasi Gua di Telaga Warna

Waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 siang. Itu berarti saat nya kembali kembali ke Jakarta untuk melanjutkan rutinitas. yang pasti gue and friends masih tetap merindukan Dieng yang dingin dan ingin lebih dekat lagi dengan alam di Dieng.

Gambar : Penginapan Bu Djono

Gambar : Penginapan Bu Djono

Namun yang tidak bisa disiasiakan di Wonosobo adalah Mie Ongklok yang sudah terkenal. hmm…sebagai kuliner Terakhir di Wonosobo dan menutup trip gue and friends kali ini:).

Gambar : Mie Ongklok

Gambar : Mie Ongklok

 

Gambar : Mie Ongklok siap saji :)

Gambar : Mie Ongklok siap saji 🙂

Advertisements

12 comments on “Trip Ke Dieng Dengan Sahabat

  1. hardy says:

    Wah keren mas.btw disana ada angkot gak ya?. Saya dan teman mau jalan kesana,tp takut soalnya gak bisa bw motor.

    • Mas Hardy : Untuk angkutan jarang ya. dan bisa di katakan gak ada. dan gue pun ksana naik angutan umum dari Dieng doangg. trus disana jalan kaki dehh. maklum biar irit. tapi gak rugi kok jalan kaki, hitung2 adventure gitu mas brohhh. oia, gue naik motor stengah hari doangg ngejar puncak cikunir dan telaga warna. harus bisa bawa motor masbro, bila perlu temannya yang bawa :D.

  2. Horas Nandito sudah bulan Mei nih, ga ada tulisan baru kah? :D.

  3. Bukan jarang lagi amat sangat jarang sekali di skype :D. Oke ditunggu tulisan terbarumu 😉

  4. Anissa says:

    Tanjakannya tajam gak mas menuju ke dieng ?
    Aku mau kesana sama teman2 naik mobil tp gak pernah naik sampai menanjak tingi…

    • Hi mba anissa, tanjakannya lumayan tajam ya. Kalo masih pemula, saya gak sarankan ya. Apalagi disana berkabut. Jadi kdang jarak pandang deket doang. Yg pasti mesin kudu bagus. Tp kalo udah nympe di dieng teebayar sudah :d.

  5. melisa says:

    halo mas nandito, mau tanya transportasi dr jkt ke wonosobo naik apa ya? biaya dan jadwalnya. trims 🙂

    • Halo mba Melisa.. banyak kok BUS PO kesana. saya dulu dari Kalideres ke wonosobo kemudian naik angkutan umum wonosobo ke Dieng. dari KP rambutan juga banyak kok busnya. saran saya pilih perjalanan malam agar gak boring diperjalanan.

  6. Anggi says:

    Halo mas nandito, saya mau tanya kalau pemesanan homestay di sana gimana ya caranya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s