Backpacker ke Pulau Samosir (Parapat, Tuktuk & Tomok)

Pulo samosir do haroroanku samosir do
gok disi hasang, nang eme, nang Bawang………..
itulah sepenggal Lirik lagu yang berjudul Pulo Samosir. Kalo lo orang Batak pasti pernah dengar dan bahkan mengerti dari Lirik lagu tersebut.
dan dalam lagu tersebut di gambarkan keindahan dari Pulo samosir yang sangat menakjubkan.
well, sebagai orang yang lahir dari daerah Medan yang identik dengan kata Samosir, gue akan berbagi soal Samosir. Mungkin lo pada nanya, kok Judulnya begitu sih? pertanyaan lo gak salah, adapun Judulnya gue buat agar pencarian Teman-teman mengenai Pulau Samosir, lebih Cepat.
untuk menuju Pulau Samosir kita bisa menggunakan 2 Jalur Transportasi yakni Darat dan juga Air.
1. Jalur Darat
Untuk menggunakan jalur darat akan melalui Pangururuan.

2. Jalur Air
Untuk menggunakan jalur Air, Semua kapal penyebrangan ada di Parapat. ada dua pelabuhan di Parapat, yaitu Ajibata dan Tiga Raja.

well, karena gue ke Samosir menggunakan jalur Air gue mulai dari Pelabuhan Tiga Raja. kenapa nggak dari Ajibata?
biasanya dari Ajibata lumayan Mahal untuk menyebrang. nah, buat lo yang suka jalan-jalan Hemat gunakanlah Pelabuhan dari Tiga Raja.
dan tentu banyak Pilihan kapal ke Pulau Samosir.Bagaimana menuju Pelabuhan Tiga Raja ini?. kalau lo sudah biasa berjalan dengan jarak jauh, bisa kok di tempuh dengan jalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Namun kalo lo merasa capek lo bisa menggunkan angkot dengan tarif Rp. 2000;.

Pelabuhan Tiga Raja Parapat

waktunya menyebarang ke Pulau Samosir dengan tujuan pertama Tuktuk. Tarif ongkos hanya Rp. 7000;. murah kan?. Sebagai informasi tambahan, di Tuktuk ini kebanyakan Tourist Mancanegara di banding Tourist Lokal. Tentu akan berpengaruh untuk harga penginapan di sana. Di tambah kondisi High Season Hari raya Idul Fitri 2012, maka semua harganya naik. Jadi saran gue jika lo kesana jauhi High Season.

Tuktuk

Salah satu kantor model Rumah Batak

Tunggal Panaluan

Pusat kerajinan di Tuktuk

Bentuk Spanduk di Tuktuk

karena tips gue adalah jalan-jalan murah, maka saya menghindari menginap di lokasi sana. alhasil gue memilih penginapan di Lokasi Tomok.

Pemberhentian kapal di Tomok

di Tomok lo bisa menikmati Sigale-gale, dan juga bisa berenang di Danau Toba. Mari kunjungi Danau terbesar di Indonesia ini. di tunggu kehadiran teman-teman sekalian. gampangkan cara melihat dan berkungjung ke Danau Toba. oia, buat Teman-teman yang Muslim gampang kok menemukan makanan Halal di sana. jadi jangan takut.

Sigale-gale yang manakah? 😀

Pasar Tradisional Tomok

Makam para raja-raja

Di close dengan kata-kata diatas :).

 

 

 

Advertisements

Ditinggal untuk Selamanya :(

Entah apa yang membuat gue kudu berbagi cerita singkat ini, yang pasti ada nilai yang gue ingin share.

sudah satu tahunan bapak ini jadi langganan gue untuk jahit menjahit. tapi bapak ini rada-rada ingat muka gue. Maklumlah, gak mungkin juga tiap hari gue jahit pakaian ke tempatnya *berpikir kalau baju gue tiap hari di jahit*. Kenapa gue suka jahit disini, ya karena pelayanannya yang bagus.
Umur bapak ini bisa gue perkirakan 60 tahunan an. Satu tahun yang lalu beliau di tinggal istri tercinta. Sebenarnya sudah tau kalau ibu itu sudah tiada. Karena waktu ibu itu meninggal, gue sempat melihat ada bendera Kuning yang menandakan sedang ada yang duka di rumah itu.
perbincangan kami sebenarnya hanya sebatas pengetahuan mengenai Solo. kenapa harus solo yang kami bahas? waktu itu gue bertanya sama beliau “pak, gak mudik pak“. “oh, gak tau mas lagi pula sudah sering gak mudik, cape di jalan“. Setelah ngobrol-ngobrol panjang, gak tau kenapa gue menanyakan sedikit mengenai alm. istri beliau. “pak, gak coba cari pengganti ibu?“.”Sebenarnya pingin sih mas, namun kondisi yang saya alami sangat sakit. sakit sekali di tinggal sama teman hidup kita. aturannya bisa berbagi tapi sekarang sudah tidak adalagi”.

kelihatan sekali muka bapak itu sedih dan menahan air mata. *hmm… tapi gue gak mau beliau jadi sedih alhasil
gue alihkan pembicaraan mengenai bahan jahitan beliau yang bagus*.

Yang gue tangkap dari cerita beliau bahwasannya ketika yang kita cintai meninggalkan kita, sangat sedih rasanya. ya mungkin sebagai manusia, pasti merasakan hal yang sama. Jangankan di tinggal untuk selamanya, jelang waktu yang panjang aja sudah sangat menyedihkan rasanya.

Gambar :ilustrasi

solo trip Pangandaran

“mas, berangkat jam berapa dari jakarta?”. itulah pertanyaan yang di tanyakan oleh mas Dede yang jadi teman guide di Green Canyon.
sebenarnya sih tujuan gue ke Green canyon adalah untuk survey dan sekalian mau buka paket trip.
Cukang Taneuh atau Green Canyon adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.

Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.(kutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Green_canyon)

kali ini gue bener-bener tenggo dari kantor. Maklum kantor gue dan terminal bus menuju lokasi ini sangat jauh. Kantor gue ada di Liipo karawaci Tangerang sedangkan Terminal Bus ke Pangandarannya ada di Kampung Rambutan.Kenapa harus bus ke Pangandaran? di karenakan Jakarta- Green Canyon(GC) belum ada. dari pangandaran membutuhkan transprotasi umum dengan jarak tempuh sekitar 1 jam an lebih.
dari Blog-blog yang sudah pernah gue baca, ada beberapa bus ke pangandaran. Namun yang gue gunakan adalah Bus Gapurining Rahayu atau sering orang bilang GeeR. *bukan geer lo (kalimat orang alabil)*. Fasilitasnya sihh bagus. ada Ac, musik (Dangdut koplo gitu), Kursi bagus juga. perjalanan di mulai jam 8 malam. untung gue gak telat juga nyampe di Terminalnya.
Tapi apa daya dan kata, jam 10 Bus yang gue tumpangi Mogok dan mati total. lokasinya jika tidak salah di Purwakarta. oh.. mai God.. renacana gue yang pertama langsung batal.  Emang apa rencana lo?, rencana gue mau lihat sunrise di Pangandaran. Ternyata dugaan gue bener, setelah menunggu hingga 2 jam alhasil Bus pun diganti dengan Bus yang lebih parah, akibatnya jam tiba gue di pangandaran lebih siang.

Area Pangandaran

Berhubung Tujuan utama gue adalah Green Canyon, maka gue segera bergegas ambil angkot tujuan Cijulang. Dari Cijulang seharusnya naik ojek ke Green Canyonnya. namun, karena gue sudah kenalan dengan salah satu guide lokal disana jadi gue bareng sama dia. Pertama-tama gue dan mas Dede langsung keliling ke Area Green Canyon sambil mencari penginapan(sambil lewat maksudnya menuju batukaras).
saran mas Dede sih kalo nginap di Daerah batu Karas. soalnya, kita bisa menikmati Sunrise.

Gambar : View Green Canyon

Gambar : View Green Canyon

 

waktu melihat GC ny langsung kagum, qo bisa sampai Hijau gitu?. wow….luar biasa. namun itu bakal gue nikmati sore harinya. dari informasi yang di jelaskan mas Dede, kebanyakan jalan ke GC nya kira-kira sore siang or sore. Agar pancaran mataharinya masuk ke dalam
air GC nya. Seolah-olah ada lighting khusus *lebay*.
Area Batukaras

waktu yang gue habiskan di lokasi ini hanya sebentar. Berhubung nantinya gue akan cari Hotel di sini.

Gambar : Batu karas

Gambar : Batu karas

Berhubung trip gue kali ini bener-benr Low season(Bulan puasa), alhasil gue hanya melihat kebanyakan bule di banding Touris Lokal. saran buat lo yang suka nge trip, ambillah musim low season agar lo bisa menikmati semua.  Gak kebayangkan kalo lo jalan ke suatu objek wisata, namun rame di kunjungi pengunjung. ada juga lo gak bisa bergerak, pusing melihat keramaian. Lirik kiri dan kanan, penginapan yang gue incar belom ketemu. alahasil gue dan mas Dede ketemu salah satu hotel yang lumayan murah. Sebenarnya karena low season makanya gue bisa nego harga. harga yang di tawarkan 150rb, namun gue nego jadi 75rb. walau gak dapat Breakfast karena bulan Puasa, ya gak apa-apalah. coz, gue juga bisa cari makan di luar.

Menuju Green Canyon
Sambil istirahat sebentar, gue langsung prepare to Green Canyon. lagi-lagi gue sama mas Dede. soalnya kalau gue menggunakan angkutan umumn, tidak ada disana. Ada juga sewa motor 50rb/Hari atau ojek. Perjalanan menuju GC dari Batu karas, membutuhkan waktu 30 Menit an. tiba di Lokasi GCnya, sudah terlihat beberapa kapal yang siap di sewakan untuk para pengunjung. Dan perlu lo ketahui, lo kudu bawa baju santai yang bisa di pakai untuk main air. Kalo gue gak bisa berenang gimana?. ya ampun mba/mas/cang/cing/nyak/babe, gak usah takut. Pasti lo di guide sama team disana.Soalnya satu kapal itu sudah termasuk guide lokal. harganya berapa mas?. harganya 70rb/kapal. dan bisa muat sampai 5 orang. saran gue, mending lo jalan sampai lima orang, otomatis sharing cost(75rb/5 orang=15rb).Nah, kalo gue tetap 75rb karena hanya sendiri dibantu guide.

Gambar : Menuju GC

yang pasti sepanjang perjalanan lo akan terkesima dengan hijaunya air GC. semakin masuk kedalam GC nya semakain terlihat tetesan air dari atas dan juga batu-batu yang terlihat secara alami.

Gambar : Batu di Lokasi Green Canyon

kali ini, ada pengalaman yang tidak bisa gue lupakan. dari batu diatas dengan ketinggian + 6 meter, gue harus coba adrinalin untuk melompat ke bawah. oh..maiGod melihat kebawah sih so simple tapi kaki gue gemetar hampir setengah jam an baru berani lompat. itupun di karenakan ada pasangan bule. si bule itu sih bilang “sorry, i can’t”. tapi di lompat juga. gila juga pikir gue. itulah bedanya mereka sama kita. hal yang baru pasti di coba sama mereka. Akhirnya gue melompat dech. puas banget ketika kita ngelompat ke bawah. bisa teriak :D.

Gambar : Batu Lompatan

Namun, Berhubung waktu sudah menunjukkan jam 3sore alhasil gue dan mas Dede kembali ke Penginapan untuk cari tenaga buat hari terakhir di batukaras.

Morning Green Canyon
Sesuai informasi dari mas Dede, lo bisa menikmati Sunrise di Batu karas. nah pagi ini gue bangun jam 5. udara yang dingin tidak menyurutkan diri untuk keluar berburu sunrise *emang ikan*. Tapi sepertinya si matahari masih belum beres dandan. jadi gue kembali ke Penginapan. setengah jam kemudian muncullah yang gue nanti-nanti.

Gambar : Sunrise Batu Karas

Gambar : Sunrise Batu karas

Pangandaran
Siang ini gue akan menghabiskan trip gue ke Batu Hiu dan juga Penangkaran penyu. untuk kedua Lokasi ini tidak begitu jauh jaraknya. Hampir 100 meter. Jika ke Penangkaran penyu, lo tidak perlu mengeluarkan budget yang besar. cukup hanya memberikan uang tip ke penjaga penyunya. Sama seperti Pengkaran penyu, lo juga tidak usah bayar. namun, jika lo ambil paket yang pasti lo akan di kenakan juga dengan paketnya.

Gambar : Penangkaran Penyu

Setelah puas di lokasi ini, saatnya menikmati air lagi di Citumang. lagi-lagi lo akan terkesima dengan indahnya alam di sini. Yang hobby air, pasti lo merasakan hal yang gue rasakan. tapi ingat, lo kalau ke GC, Citumang maupun Pangandaran jauhilah musim penghujan. Soalnya jika musim hujan, airnya akan berubah menjadi Coklat. kan gak lucu juga jauh-jauh dari jakarta hanya menyaksikan air yang model sungai Ciliwung.

Gambar : Di Citumang

Berhubung sorenya gue lagi berburu Sunset pangandaran, maka gue harus buru-buru meninggalkan lokasi ini menuju pangadaran. Namun menyedihkan sunset kali ini. dandanannya kurang bagus. lebih tepatnya shy-shy cat *ala Tukul*.

Gambar : Sunset pangandaran kurang sempurna

Namun, apapun itu yang pasti gue tetap cinta pangandaran. Love pangandaran & Green Canyon. Oia, lo bisa hubungin mas Dede di 08154666558. orangnya baik banget. Ditunggu kehadiran lo di Pangandaran dan juga Green canyon :).

 

 

 

 

 

 

Thanks God, LCD Smartphone gue jadi bagus

Guys,, kali ini gue mau ngebahas “Cerita gue hari ini” *ala iklan TV itu lho*.
Baiklah, mari kita mulai. weitsss, jangan langsung berpikiran kalo gue bakal mulai dari kata “pada suatu”, nggak qo.
kali ini cerita gue mengenai LCD smartphone gue yang rusak.
sebenarnya sudah satu mingguan hape gue ini Rusak. Namun, karena harga LCDnya yang mahal jadi gue pending dulu.
maklum, gue kan nggak banyak duit. hehehehe. selain itu, pengen gue jual juga. walau berat hati sihh. soalnya sudah hampir 3tahun bersama  jari-jari gue. Jadi lumayan berat juga untuk memindah jarikan (Jual maksud gue).

Sore itu gue pulang agak tenggo. dan supaya lo tau, tenggo di kantor gue jam enam an. jadi kalo jam 5 gak pernah tuh :D. Muter-muter di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Tangerang, membuat pusing juga. soalnya, mahal-mahal banget. Tapi mata gue tertuju ke salah satu konter HP yang banyak menjual spareparts HP (ya ialah masa spareparts mobil, wong yang rusak HP).
“mas, mau nanya kalo harga LCD HP ini brapa ya?“. “Tipe berapa?“. sahut si mas penjual. ” tipe ini mas —(sensor, di larang iklanin produk orang nggak dapat untung)”. “untuk LCDnya kodenya brapa ya?“. “wah, kalo kodenya saya kurang tau ya mas soalnya belum pernah buka”. “kalo kodenya sekian-sekian, harga sekian. kalo bisa di buka dulu mas“.
btw, harganya berapa mas?“. “ya murah qo mas, paling 250ribu an“. dalam hati gue, murah banget nih. secara yang gue baca di forum-forum hampir 500ribu an. “oh boleh di buka dech” sahut gue.

Kodenya ketauan
Setelah hampir 30 menit an, ketauan kalo tipenya 02. Tipe ini paling mahal pula. harganya sihhh belum di kasih tau. soalnya dia langsung cari sparepartsnya dari induk tokonya. jadi khusus spare di simpan di Konter sebelah (Konter bosnya).
mas, LCD dengan harga tadi gak ada“.
dalam pikiran gue, si mas penjual itu bakal ngomong gini “oh ada nihh mas, yang bagus pula langsung saya ganti ya“.
husssss… ternyata itu hanya khayalan semata. malah si mas penjualnya ngomong “harganya 475ribu“.
busett, buet gue tuhh mahal sekali. kalo gue beli yang baru paling dua jutaan. padahl ini LCD doang :(.
waduh mas, tadi katanya 200ribu an qo mahal mas?“. “sorry mas, saya kita LCD tipe yang paling murah ternyata bukan“.
aduh mas, maaf nggak jadi dech soalnya budget saya gak ada. di tutup lagi aja casing nya. sorry ya mas“.
oh.. ga papa mas, saya beresin dulu“.
oia, buat lo yang service HP or alat elektronik lainnya jangan mau kalo di tinggal. kenapa?, takut spare nya di gonta-ganti. ya.. kita kan gak bisa langsung percaya seseorang. Apalagi spare HP kan Kecil-kecil. jadi kalau bisa, tetap perhatikan apa saja yang di buka.

LCD malah bagus, thanks God

Menunggu kali ini lumayan jenuh juga, apalagi yang di tunggu di depan mata. kudu perhatiin lagi takut di ganti-ganti sparenya seperti yang gue bilang tadi.
tapi gak tau kenapa, gue gak angry human disitu (bukan angry bird). walau akhirnya jenuh juga sih.hampir dua jam gue nunggu, namun belum beres juga.
mas, ini HP nya sudah saya kembalikan ke semula ya“.tapi gue sedikit senang soalnya yang seharusnya rusak malah bagus.
qo bisa?. pasti itu pertanyaan lo ya kan?. ternyata oh ternyata, setelah gue perhatikan dari pertama mau di pasang casingnya malah kaget mereka.
logikanya gini dech. buka casing paling butuh 30 menit an. tapi menutup casing bisa sampe 2jam an?.
jadi seperti nya mereka malah mau mengembalikan ke kondisi rusak. namun tidak berhasil. ya tentu gue senang donk, gak bakal marah kok.
dengan pura-pura gak tau kalo malah bagus, gue pamitan sama si mas penjual tadi.
mas sorry  ya, jika saja harganya murah saya bakal ambil kok. tapi budget saya kurang mas“. “oh gpp mas“. sahut si mas nya.
jadi ternyata ada hikmah yang gue ambil juga. Seharusnya begini tetapi beda kenyataannya.
mungkin begini juga cara Tuhan untuk kita. Pikiran manusia begini, tapi Tuhan bilang tidak.
ya.. kalau di tanya sampai kapan LCDnya bisa?. gak tau juga cuy. mungkin saja dapat rezeki nanti dapat undian?. hayoooooo.. gak ada yang tau kan? heheheheheeh.