Karimun Jawa part 1

Wualah… tiket ke Lokasi habis, mahal, kejauhan, orang yang bikin Tread kabur, telepon yang bikin Tread gak diangkat, bla..bla..bla…. STOPPPP!!. Itulah kejadian yang kami alami ketika mau melakukan trip ke Karjaw alias Karimun Jawa. Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karimunjawa. dan hal itu tidak sampai berakhir disitu juga, kami masih harus menunggu kepastian dari salah satu teman Backpacker yang merencanakan dari awal trip ke Kerjaw ini. Dan jelas-jelas gue, Cath, Citra, Andy sudah bener-bener ngidam untuk ngetrip ke Lokasi tsb.  tapi akhirnya semua itu bisa kami lalui dengan mencari informasi yang sangat panjang *lebay..*. Karena tread yang di pajang oleh seorang teman Backpacker tsb pakum dan tidak ada satupun yang di respon oleh si pembuat tread ke Karimun Jawa. Padahal waktu yang di butuhkan sudah tinggal sedikit.  Memang sih kalau dibilang ribet, harus gue akui dengan keterbatasan Budget dan juga keterbatasan Waktu yang kami punya. Alhasil dengan informas yang kami dapatkan di berbagai Blog, Komunitas Backpacker kami pun membuat itinerary dari dari Jakarta – Hingga tiba di Karimun.  Dan kami berlima, *sorry ada tambahan ada temannya Cath yang mau bergabung :D*, memutuskan untuk menentukan titik Kumpulnya. Adapun alasannya karena Lokasi kita yang berbeda-beda. Ada yang dari  Palembang, Rangkas Bitung, Bekasi, dan tentu Jakarta. Kamipun memutuskan untuk ketemu di Pelabuhan Jepara saja. Jadi tidak ada yang ketinggalan lagi.  Untuk perjalanan gue bersama Cath dan Fadly (temannya) menggunakan KA jurusan Senen – Tawang Semarang kelas Bisnis. Harganya lumayan murah Rp. 120.000. tapi ada yang lebih murah lagi jika ke Semarang. Yupss… KA Ekonomi. Hanya dengan Rp. 35.000, elu sudah tiba di Semarang. Tapi ingat untuk memesan Tiket yang Ekonomi sangat susah.dan ada ketentuannya yakni 7 Hari sebelum Hari H. kalo lebih atau kurang dari tanggal segitu bisa gak?,hmm… setauku sihh gak bisa. Info ini saya dapatkan dari teman kantor yang sering menggunkan layanan jasa Ekonomi senen-Semarang. Jam 5:30 sore gue sudah tiba di St. Senen. Dengan dalih izin dulu dari kantor untuk ngejar supaya tidak kena macet. Sempat bingung juga sihh dimana lokasinya. Taunya cuman gambir doank. Coz, gak pernah dari St.  Senen #norak ya..:D#.

Kursi 9a

Setelah lama menunggu akhirnya Cath dan Fadly akhirnya nongol juga. Dan kitapun langsung masuk ke Gerbong satu. Kejadian pertama yang gue alami adalah kursi yang tertera pada tiket dan atas nama gue sudah ada yang nempatin ibu-ibu. Ya.. gue langsung mau duduk disamping ibu-ibu tadi. Eh.. ibu melarang. “mas, ini kursi kami qo, dan saya sama anak saya sudah ada dari tadi disini”. Dalam hati gue, ya bukan masalah sudah lama atau tidaknya, di cek dulu gerbongnya bener gak satu?. “oh.. gitu ya bu. Tapi disini kursi saya lhoo bu, coba cek dech gerbongnya. Benar satu apa gerbong dua”. Jawab gue. Dan Fadly juga meyakinkan.  Namun tetap saja ibunya ngotot dan bilang “ya bentar lagi dech, anak saya lagi diluar. Kalo nanti salah, kami pindah ya”. Ehh.. anaknya langsung nongol. Dan gue langsung bilang kalo kursi mereka salah. Hmmm … ternyata benar nomor kursi sama, tapi Gerbong?.@#$#$%^&**(())_+_{}”:.

Jam 7:15 PM kereta pun melaju. Dan yang aneh, di tiketnya di informasikan tiba di semarang Tawang jam 2:30 pagi. Namun, yang terjadi malah terlambat 2 jam. Jadi kami tiba di Semarang jam 4:30 pagi. Ada enaknya juga sihh. Jadi gak banyak waktu di Tawang jika tiba tepat waktu.  Sementara itu, Andy juga sudah kami hubungin agar ketemuan juga di terminal Terbuyuh. Jadi dari st. Tawang kamipun segera menuju terminal Terbuyuh.  Angkot keterbuyuh ini lumayan gampang di tunggu. Tinggal berdiri di depan st. Tawang, angkot ke Terminal Terbuyuh sudah banyak kok. Untuk harga ongkos Rp. 3.000;. sekitar 15 menit akhirnya teman kami yang satu ngongol juga. Yups… namanya Andy. Jadi semua sudah siap berangkat ke Jepara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s